Pendidikan menjadi hal penting bagi masyarakat untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia, agar bisa berkompetisi di era digital. Inilah yang disadari masyarakat Desa Keramatlaban, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang.
Sejak 2018, Desa Keramatlaban mulai merintis untuk menjadi desa pendidikan. Ini berawal dari tantangan Camat Padarincang untuk memunculkan ikon baru di kecamatan tersebut.
“Awalnya diberikan tantangan oleh Pak Camat, Pak Gunawan untuk memunculkan ikon di desa kami,” jelas Hanif Hikmatyar Awaludin S.Sos, Kepala Urusan Keuangan Desa Keramatlaban saat menjadi narasumber program Bincang Hari Ini Sultan TV, Kamis (10/12/2020).
Dinamakan desa pendidikan, karena di desa ini memiliki lembaga pendidikan yang lengkap. Mulai dari PAUD sampai sekolah tinggi ilmu tarbiyah. Di desa ini, lanjut Hanif, ada dua lembaga pendidikan besar yakni Persatuan Islam (Persis) Gunung Buntung dan Al-Khairiyah Rancaranji.
Tantangan mendirikan desa pendidikan ini, diakui Hanif yakni persoalan klsik. Seperti memberikan pemahaman pentingnya pendidikan. Hanif dan rekan-rekannya senantiasa harus menyadarkan dan melakukan sosialiasai pentingnya pendidikan terutama untuk anak-anak. Hanif bilang, pendidikan itu tidak hanya S1 atau S2, tapi menyangkut apapun termasuk akhlak dan bagaimana cara bergaul.
“Tantangannya banyak. Untuk menyadarkan masyarakat supaya berpendiidkan dan pentingnya menyekolahkan anak itu bertahap. Kami bukan setahun dua tahun di sini, butuh proses akhirnya terwujud.
Hanif menjelaskan, desa pendidikan itu bukan hanya sebuah slogan melainkan kondisi riil. Menurutnya, pendidikan tidak hanya konsen dari sekolah tapi semua pihak.
“Tidak hanya ditempa di sekolah, tapi didukung controlling saat di rumah,” tuturnya. (sultantv-01)





