24.3 C
Serang
Saturday, February 27, 2021

Kasus Andi Arief Cerminan Politikus di Pusaran Pasar Narkoba

Tertangkapnya Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Andi Aried disebut sebagai salah satu indikasi bahwa politikus merupakan sasaran pasar bandar narkoba karena dianggap berduit.
“Pengedar atau bandar memang membedakan segmen penggunanya. Artis, politisi, dan pejabat adalah mereka yang berduit, itu salah satu sasaran pasarnya mereka [bandar narkotika],” kata pengamat narkotika dari Universitas Borobudur Slamet Pribadi, seperti dilansir CNNIndonesia.com, Senin (4/4).
Namun begitu, dia menyebut aparat penegak hukum sering mengalami kesulitan untuk mengungkap kasus peredaran narkotik di kalangan politikus. Pasalnya, kata dia, para politikus kerap mengonsumsi narkotika di tempat-tempat yang bersifat pribadi sehingga sulit terdeteksi.
Slamet, yang juga merupakan purnawirawan polisi yang pernah menjabat Kepala Bagian Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) itu, mengatakan lokasi-lokasi tempat mengonsumsi narkotika itu lebih tertutup atau tidak sama seperti yang digunakan kalangan artis.
“Mereka [politikus] pandai, cara menggunakannya dia pakai di tempat khusus yang sangat [mengutamakan] privacy. Kalau artis masih di tempat terbuka dengan kelompok dia sehingga ada kemungkinan bocor,” ucapnya.
Sebelumnya, Andi Arief ditanggap pada Minggu (3/3) pada pukul 19.30 WIB di Hotel Menara Peninsula, Jakarta Barat. Polisi tak menemukan narkotika dalam penangkapan itu. Namun, setelah dites urine Andi terbukti positif mengandung narkotika jenis sabu.
Ia menambah daftar nama politikus yang terjerat kasus penggunaan barang haram. Sebelumnya, ada eks Bupati Ogan Ilir sekaligus politikus Golkar Ahmad Wazir Noviadi Mawardi, anggota DPRD Tabanan I dari Fraksi Partai Golkar Nyoman Wirama Putra, Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Batanghari M Hafiz, serta anggota DPRD Minahasa Selatan Roosmerry.
Lalu, ada juga nama eks Wakil Ketua DPRD Bali dari Fraksi Partai Gerindra Jro Gede Komang Swastika, politikus Partai Golkar Indra Jaya Piliang, politikus Partai NasDem Ibrahim Hasan, dan anggota DPRD Kabupaten Gorontalo dari Fraksi Partai Golkar Amin Mootalu.
Sabu dan Seks
Lebih dari itu, Slamet mengatakan sabu merupakan jenis narkotika yang erat hubungannya dengan seks. Meskipun tidak mempengaruhi secara langsung, lanjutnya, kandungan dalam sabu dapat mempengaruhi hasrat orang untuk berhubungan seksual. Pernyataan ini disampaikan Slamet terkait dugaan Andi Arief menggunakan sabu tersebut untuk berhubungan seksual.
Namun demikian, polisi membantah soal kabar keberadaan wanita di dalam kamar hotel lokasi Andi Arief ditangkap. Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal berkata Andi ditangkap seorang diri.
“Ada kandungannya [sabu] yang bisa mempengaruhi [seks], tidak langsung [terkait] seks, tapi itu meningkatkan denyut nadi sehingga orang lebih melek terus tahan lama,” kata Slamet.[]

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

12,731FansSuka
6,654PengikutMengikuti
31,900PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Artikel Terbaru