26.1 C
Serang
Friday, February 26, 2021

Kala Makanan Jadi Media Komunikasi di 'Maria's Secret Recipe'

 Sutradara Billy Christian mengeksplorasi genre dan ranah berbeda dalam garapan terbarunya, Food Lore: Maria’s Secret Recipe. Sebelumnya, sutradara berusia 35 tahun ini kerap berfokus pada genre horor lewat karya film seperti The Sacred Riana: BeginningPetak Umpet Minako, serta Tuyul.

Kini, ia menjajal genre komedi untuk proyek serial TV terbaru HBO, Food Lore, terinspirasi dari makanan Asia. Dalam proyek tersebut, Billy sebagai wakil Indonesia mengambil fokus cerita bagaimana makanan menjadi penghubung komunikasi.

“Senang sih [terlibat] karena bisa sekalian kenalkan Indonesia seperti apa, terung balado seperti apa, dan yang paling penting menunjukkan filmmaker kita juga bisa,” kata Billy dalam acara jumpa pers, Kamis (23/10).

Lebih lanjut, dia memaparkan, “Ceritanya tentang komunikasi sepasang suami istri di mana makanan jadi penghubung. Tidak hanya suami istri saja, tapi bagaimana antara ibu-ibu satu dengan yang lain, juga dengan wanita misterius bernama Maria.”

Maria’s Secret Recipe bercerita tentang sosok perempuan misterius, Maria (diperankan Alexandra Gottardo), tiba di pesisir sebuah desa kecil di Indonesia yang masih tradisional untuk membuka warung makan. Para lelaki di sana terpesona oleh masakan dan keseksian Maria, berakibat pada kekecewaan para istri.

Dalam upaya memuaskan suaminya, Ratih (diperankan Putri Ayudya) seorang istri yang kesepian, mendekati Maria untuk mempelajari resep rahasianya.

Selain Putri dan Alexandra, episode Maria’s Secret Recipe juga dibintangi oleh Dian Sidik, Ence Bagus, Lia Waode dan lainnya.

Serial Food Lore sendiri dimotori oleh pembuat film asal Singapura Eric Khoo. Pengambilan gambar serial ini berlangsung di delapan negara Asia, yakni India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, dan disutradarai oleh beberapa sineas ternama.

Di antaranya, Erik Matti dari Filipina, Phan Dang Di dari Vietnam, Billy Christian dari Indonesia, Don Aravind dari Singapura, Pen-Ek Ratanaruang dari Thailand, Takumi Saitoh dari Jepang dan Ho Yuhang dari Malaysia. []

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

12,731FansSuka
6,654PengikutMengikuti
31,800PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Artikel Terbaru