Griya Abah dan Kelas Multimedia

Oleh: Aji Bahroji

 

Pekan ini menjadi pekan melelahkan namun tertebus dengan hasil yang didapatkan. Setelah rampung syuting Program Jalan-Jalan Ka Jabar alias JAJAKA, Kami langsung tancap gas untuk melakukan post production. Kawan-kawan Sinopsis Creative Space (SCS) harus menyelesaikan dua episode sekaligus, yakni Episode Citarum dan Episode Majalengka. Ini karena kami ingin video dokumenter ini bisa dinikmati awal November. Alhamdulillah akhirnya tercapai ditengah banyaknya tugas mengingat kawan-kawan masih pada kuliah di ISBI. Jajaka, adalah salah satu program yang kami gagas untuk menggali berbagai potensi yang ada Jawa Barat. Dari mulai potensi wisata, budaya, pendidikan, hiburan dan tokoh-tokoh inspiratif.

Gambar mungkin berisi: 15 orang, termasuk Sama Sama Sem, Sultantvco, Aji Setiakarya, dan Carminologos, orang tersenyum, orang berdiri dan luar ruangan

Dengan target audiens milenial dan jamaah digital, maka kemasan program ini informal dan dibawakan dengan Bahasa ringan mesti narasumber dan konten obrolannya tetap berbobot. Sebagai perpaduan karya jurnalistik, karya visual ini tetap berbasis data dan fakta yang dilapangan. Dibawakan oleh anak yang masih milenial, Josevani dan Noorza harapannya bisa memberikan informasi yang inspiratif kepada warga netizen khususnya di Jabar. Pada Episode Majalangka mungkin agak berbeda, karena kami mengemasnya dengan dua destinasi sekaligus, yakni Bandara Internasional Kertajati dan Curug Cipeuteuy. Curug Cipeuteuy adalah destinasi wisata yang luar biasa yang harus dikelola lebih baik oleh pemerintah. Masyarakat sekitar sudah cukup peduli dan sadar tentang fungsi dan manfaatnya keberadaan wisata. Seharusnya pemerintah tidak kesulitan untuk mengembangkannya lebih bagus lagi. Anda boleh menikmatinya di Channel Youtube Dejabar.Id

https://www.youtube.com/channel/UCVaC5mLMA6psdjULIBy7UIg

Rampung JAJAKA, saya bergeser ke Serang. Anak-anak SultanTv masih kesulitan dengan audio mixer yang masih baru. Griya Abah episode lalu dengan Tamu Ketua Asosiasi Pencak Silat Banten Indonesia (APTBI), Pak Aeng Haerudin nyaris gagal karena terhambat audio. Insyallah nanti kita undang lagi ke Griya Abah Ka Haji. Tong Kapok.

Saya merasa degdegan dan merasa perlu hadir untuk memastikan equipmentnya agar kesalahan tak terulang. Terlebih Tamu Griya Abah ini tak kalah special. Beliau adalah Advokat handal yang mampu berbagi peran. Ia tak hanya konsisten membela yang lemah, namun terbukti melakukan aksi-aksi sosial. Kang Agussetiawan atau lebih dikenal dengan Kang AU adalah pendiri Fesbukbanten, Banten Muda, Rekonvasi Bumi dan seabrek organisasi lainnya. Cerita dan gagasanny a penting didengarkan oleh warga Banten, terutama Nong Acie (Anak Abah) dan Kang Neddy (Staf Khusus) Abah yang terus ingin belajar. Alhamdulillah, Jumat (2/11) Sore kemarin Kang AU datang dengan membawa Pisang Kapok untuk Abah. Nuhun Ka Haji. Dalam satu jam live itu setidaknya ditonton oleh 890 orang. Tentu masih kurang sana-sini, insyallah minggu depan kita perbaiki.

Gambar mungkin berisi: 4 orang, termasuk Aji Setiakarya, orang tersenyum, orang berdiri

Ada yang nanya kenapa namanya Griya Abah? Nah, bagi masyarakat Banten dan Jawa Barat. Griya (Sunda), Griye (Jawa), Indonesia menjadi Griya adalah tempat ngaso, tempat berteduh, tempat ngobrol juga, tempat berdamai dan beragam fungsi lainnya. Sementara Abah, memiliki makna panggilan untuk orangtua, orang sepuh dan sangat dihormati. Abah punya arti Jawara juga ulama. Maka kami ingin Griya Abah ini menjadi tempat cacahan ide, yang bisa memberikan solusi terhadap berbagai dinamika, hambatan di Provinsi Banten. Lebih utama Griya Abah harus menjadi wadah inspirasi untuk warga, pemangku kepentingan dan lebih kecil adalah warga Griya Abah, Kang Neddy dan Nong Acie.

#KelasMultimedia

Yang membuat lelah itu punah, Pekan ini dibuka kembali #Kelas Multimedia. Ini adalah Angkatan Ke-3. Pesertanya kali ini adalah mahasiswa Komunikasi Universitas Serang Raya (Unsera), Universitas Favorit di Banten bagian Barat besutan Kiyai Mulya R Rachmatoellah. Kami haturkan banyak terimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Sultan Group untuk memberikan wawasan dan praktik tentang broadcasting dan multimedia. Berawal dari Memorandum of Understanding (MoU) yang telah disepakati oleh saya dan Kajur Ilmu Komunikasi Pak Sigit, Sultantv akan menjadi tempat praktik mahasiswa Unsera dalam mendekatkan diri pada dunia kerja. Ada 30 mahasiswa yang akan mengikuti praktek-praktek lapangan dan kami bagi ke dalam 3 Session dengan 10 Kelompok. Kami Ingin MoU dilaksanakan dengan penuh kesungguhan dan tidak hanya sekedar hitam dan diatas putih. Kami ingin menjadi bagian dalam mendorong dan meningkatkan SDM Banten pada dunia multimedia dan broadcasting.

Eh, tadi di Serang ada Jokowi ya, rame temen spanduke. Tak kira mau keSultantvco itu, mang Rudi Hermawan ditungguin sampe sore ore teke-teke ya wis kita balik maning mang Bandunglah…Wenten Cak Nun..😀😀CakNun.com

(Visited 35 times, 1 visits today)

About The Author

Baca Juga

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.