BerandaBERITAGebyar Produk Ekspor Kabupaten Serang, Bupati Ratu Zakiyah Tekankan 4 Kunci Sukses...

Gebyar Produk Ekspor Kabupaten Serang, Bupati Ratu Zakiyah Tekankan 4 Kunci Sukses UMKM Tembus Pasar Global

SERANG, Sultantv.co — Pemerintah Kabupaten Serang melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Dinkoumperindag) menggelar kegiatan Gebyar Produk Ekspor untuk mendorong produk unggulan daerah, khususnya kopi dan batik khas Serang, agar semakin dikenal dan menembus pasar internasional.

Kegiatan ini diselenggarakan di Hotel Swiss Belinn, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten, Selasa, (3/11/2026).

Bupati Serang, Ratu Racmhatuzakiyah, menyampaikan bahwa produk yang bagus belum tentu laku ke luar negeri. Pembeli internasional menuntut jaminan empat hal sekaligus, yakni konsistensi kualitas, kemasan yang baik, perizinan lengkap, dan ketersediaan pasokan.

Tanpa keempat hal tersebut, akan sulit bagi UMKM Kabupaten Serang untuk bersaing di pasar global. Oleh karena itu, pemerintah daerah tidak bekerja sendirian, melainkan menggandeng berbagai pihak untuk mendampingi para pelaku usaha.

“Tentu para UMKM dan kita semua tidak bisa berdiri sendiri. Kita butuh kerja sama, kita butuh kolaborasi. Maka, di sini juga hadir dari pihak Bea Cukai,” ujarnya.

“Kami juga mohon dukungannya kepada Bapak beserta seluruh jajaran untuk memberikan kemudahan dan pendampingan bagi para UMKM kita yang ingin atau eksportir pemula. Nanti mohon juga pendampingannya harus seperti apa,” sambung Ratu Zakiyah.

Adapun dua produk andalan yang dipromosikan dalam momentum ini adalah kopi unggulan dan Batik Kaserangan.

Beberapa varian kopi unggulan daerah juga tersedia, antara lain Kopi Pojok Nusantara (Kecamatan Mancak), Kopi Mekarsari, dan Kopi Dadaman (Kecamatan Ciomas).

“Beberapa pelaku kopi kita sudah mengekspor langsung ke luar negeri, termasuk ke Eropa. Saat ini, tren ekspornya alhamdulillah meningkat,” ungkapnya.

Sementara itu, lanjut Ratu Zakiyah, batik Kabupaten Serang resmi memiliki 12 motif batik yang telah mendapatkan hak paten.

Motif-motifnya terinspirasi dari kekayaan budaya masing-masing kecamatan, meliputi flora, fauna, seni bela diri, senjata tradisional, cagar alam, dan destinasi wisata.

Edaran penggunaan batik Kaserangan pun sudah disebarkan ke instansi dan perusahaan, tinggal diperkuat pelaksanaannya, demi keberlangsungan perekonomian pelaku usaha.

“Untuk batik, kita bangun pasarnya dari dalam dulu. Saya mohon kepada seluruh pimpinan perusahaan yang hadir, mari kita pakai batik Kaserangan. Kalau bukan kita yang bangga produk sendiri, siapa lagi?” ajaknya.

Ia meminta dukungan konkret dari pihak bea cukai, perbankan, dan surat keterangan ekspor (SKE) agar UMKM di Kabupaten Serang semakin mudah berkembang.

“Kami tidak bisa berdiri sendiri. Kolaborasi semua pihak sangat dibutuhkan agar UMKM kita bisa naik kelas dan berkelanjutan,” tegasnya.

Acara Gebyar Produk Ekspor ini diharapkan bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi momentum berkelanjutan agar produk Kabupaten Serang semakin dikenal.

“Insya Allah ke depan, produk kita tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tapi melangkah lebih jauh ke pasar global. Asalkan kualitas terjaga, kemasan menarik, izin lengkap, dan pasokan terjamin. Semangat untuk seluruh pelaku UMKM Kabupaten Serang,” tutup Ratu Zakiyah.

Sementara itu, Kepala Dinkoumperindag Kabupaten Serang, Adang Rahmat, menyampaikan bahwa dua produk khas masyarakat Kabupaten Serang sudah diterima pasar luar negeri dan dikirim secara rutin.

Kedua produk tersebut adalah Tembakau Tales Beneng dari Kecamatan Ciomas dan Emping dari Kecamatan Mancak.

“Untuk produk lokal yang kita ekspor yaitu tembakau dari tales beneng dan emping ciri khas Mancak itu sudah diekspor ke Abu Dhabi,” ungkapnya.

Ia memaparkan, produk unggulan Tales Beneng telah dikirim secara berkelanjutan sesuai permintaan pembeli luar negeri dengan spesifikasi yang telah disepakati bersama.

Sementara, cemilan tradisional dari Kecamatan Mancak ini telah menembus pasar Abu Dhabi dan dikirim secara rutin. Kualitas dan pasokan terjaga sesuai kebutuhan pembeli.

“Kontinuitasnya terjaga karena spesifikasi produk sesuai permintaan pembeli, dan kita mampu memenuhinya secara konsisten,” jelas Adang.

Saat ini, lanjut Adang, kopi dan batik Kaserangan belum dikirim langsung ke luar negeri. Namun inilah fokus utama kegiatan Gebyar Ekspor tersebut.

Diharapkan melalui pendampingan dan pertemuan langsung dengan pembeli, dalam waktu dekat kopi dan batik khas Kabupaten Serang juga dapat menyusul tembakau dan emping menembus pasar global.

“Kopi dan batik belum diekspor. Makanya kita ajak mereka berkenalan langsung dengan para pembeli dari luar negeri. Belajar apa standarnya, bagaimana kemasannya, dan apa yang perlu diperbaiki supaya nanti siap dikirim ke luar negeri,” paparnya.

Adang menjelaskan manfaat langsung dari aktivitas ekspor yang tumbuh di Kabupaten Serang tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga masuk ke kas daerah melalui sektor pajak dan pendapatan lain yang pada akhirnya kembali digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Semakin banyak produk kita keluar negeri, semakin dikenal Kabupaten Serang, dan semakin besar dampaknya untuk perekonomian warga. Mulai dari yang kecil seperti emping dan tembakau, sampai ke produk industri besar. Semuanya berkontribusi untuk Serang yang lebih maju,” tandasnya. (Red/ Roy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular