Gara-Gara Menghina Nabi Muhammad SAW, Begini Nasib Rendra

Rendra Hadikurniawan (39) ditetapkan sebagai tersangka kasus penghinaan Nabi. Pemilik akun Facebook Rendra Hadikurniawan, warga Taman Paris Blok B 33 Perum Puri Surya Jaya Gedangan Sidoarjo, ini dilaporkan ke polisi lantaran unggahan di facebooknya menimbulkan sara.

Seperti dilansir detik.com, dalam unggahan, Rendra bicara sendiri menghadap kamera. Dia berada di dalam mobil. Pria berkumis dan jenggot tipis itu menghina Nabi Muhammad dan Habib Rizieq menggunakan logat Jawa Timuran. Juga ada postingan lain. Dilihat dari cirinya, lokasi berada di rumah.

“Dalam unggahan di facebook, terlihat menghina Nabi Muhammad. Agar tidak menambah keresahan di masyarakat, kami sepakat melapor ke Polresta Sidoarjo,” kata Rachmad kepada wartawan di SPKT Polresta Sidoarjo.

Rendra pun ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penghinaan. Oleh warga, dia disebut suka melantur sejak bercerai. Polisi sudah menginterogasi. Bagaimana kondisi kejiwaan Rendra?

“Sekarang coba kita pikir, kalau orang gila nggak mungkin bawa mobil,” ujar Barung Mangera.

Tak hanya bisa menyetir sendiri, alasan Barung menyangkal jika pelaku gila adalah Rendra bisa selfie sembari menyetir mobil. Dan hal tersebut dilakukan secara sadar.  “Ini dia bawa mobil sambil selfie. Bawa mobil sambil merekam,” lanjut Barung.

Kendati demikian, Barung mengaku pihaknya akan menelusuri hal ini lebih lanjut. Sementara polisi juga akan melakukan pemeriksaan kejiwaan pada tersangka untuk memastikan hal ini.

Dipecat dari Partai

Rupanya, pria itu ternyata kader Partai Demokrat (PD). Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP PD Ferdinand Hutahaean saat dimintai konfirmasi sangat menyayangkan dan menyesalkan peristiwa tersebut. Menurut dia, Rendra melenceng dari sikap PD yang mengusung moto partai nasionalis-religius.

Menurut teman dekatnya di Partai Demokrat, Juanasari, Rendra orang yang sayang dengan ibunya. Saat itu dirinya berkenalan saat ibu Rendra masih menjadi anggota DPRD Sidoarjo.

“Kami kenal Rendra pada saat ibunya ini sebagai kader Partai Demokrat hingga menjadi anggota DPRD Sidoarjo. Karena dia ini anak tunggal, maka setiap ibunya ada kegiatan Rendra selalu mengikuti,” kata Juanasari di ruang Komisi C DPRD Sidoarjo, Jumat (27/4/2018).

Partai Demokrat akhirnya memberhentikan Rendra Hadi Kurniawan dari keanggotaan Dewan Pimpinan Cabang Sidoarjo, Jawa Timur. Ini menyusul status Rendra sebagai tersangka kasus penghinaannya atas Nabi Muhammad SAW.

“Pertama, kami selaku pengurus DPC Demokrat Sidoarjo meminta maaf kepada seluruh warga Indoneesia, khususnya umat Islam, atas peristiwa yang viral itu,” kata Juana.[]

(Visited 41 times, 1 visits today)

About The Author

Baca Juga

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.