Benarkah Susu Kecoa Lebih Bergizi dari Susu Sapi?

Mungkin masih banyak yang belum mengetahui bahwa susu dari seekor kecoa memiliki kandungan protein yang sangat tinggi.

Susu  kecoa diperah bukan dari kecoa yang sibuk seliweran di dalam rumah Anda. Susu tersebut diambil dari kecoa kumbang Pasifik (Diploptera punctata).

Kecoa kumbang adalah spesies kecoa unik. Mereka tidak bertelur. Serangga asli kepulauan Hawaii ini melahirkan bayi-bayi kecoa hidup dari organ berdaging yang disebut kantung induk. Sama seperti bagaimana bayi dilahirkan dari rahim manusia.

Juga sama seperti manusia, ibu kecoa kumbang Pasifik akan “menyusui” anak-anak mereka langsung setelah lahir. Anak-anak ini mendapatkan nutrisi dari cairan kental kuning pucat yang diproduksi oleh si ibu di kantung induk tersebut.

ASI kecoa kumbang dilaporkan sangat tinggi energi, sehingga terus menjadi sumber makanan tunggal sampai bayi-bayi kecoa tersebut tumbuh dewasa. Itu sebabnya juga anak kecoa kumbang Pasifik akan berukuran jauh lebih besar daripada bayi kecoa spesies lainnya.

Apa yang terkandung dalam susu kecoa?

Para pakar serangga telah lama mengetahui bahwa spesies kecoa yang satu ini memproduksi “ASI”. Namun, mereka mengira bahwa susu tersebut akan hancur di dalam perut setelah melewati proses pencernaan sederhana seperti biasanya.

Ternyata, cairan ini justru mengkristal di dalam perut anak kecoa setelah mereka “menyusu”. Tim peneliti menganalisis kristal susu ini dan mereka kagum dengan apa yang mereka temukan,

Kristal susu kecoa adalah salah satu zat yang paling bergizi tinggi di Bumi. “ASI” kecoa ini, menurut temuan para peneliti, diperkaya oleh lemak, semua asam lemak esensial, lipid, gula, karbohidrat, dan protein.

“Kombinasi kandungan nutrisi ini adalah kombinasi tepat yang dibutuhkan oleh manusia,” ujar salah satu peneliti yang terlibat, Leonard Chavas, dilansir dari CNN.

Protein susu dari kecoa lebih banyak dari susu kerbau

Lanjut Chavas, sebuah kristal susu tunggal dari kecoa kumbang Pasifik memiliki kandungan energi tiga kali lipat lebih banyak dari susu kerbau dengan porsi yang sama. Kerbau selama ini merajai peringkat pertama sebagai hewan yang memproduksi susu dengan protein dan kalori tertinggi.

Yang lebih mengejutkan lagi, kristal-kristal susu ini dapat melepaskan protein pada kecepatan yang sama dengan durasi tubuh Anda mengonsumsinya. Terlebih lagi, bentuk kristal-kristal ini lebih mudah disimpan dalam tubuh manusia sehingga berpotensi untuk konsumsi manusia.

Kandungan energi yang tinggi dan mekanisme penyimpanan yang lebih awet di dalam tubuh menjadikan susu kecoa sebagai minuman energi yang ideal bagi para atlet untuk memulihkan diri setelah sesi olahraga intens.

Seperti apa rasa susu kecoa?

Mengutip NPR, Subramanian Ramaswamy, ketua peneliti sekaligus seorang biokimiawan dari Institute for Stem Cell Biology and Regenerative Medicine di Bangalore, India, berujar ia tidak meragukan potensi susu kecoa yang super bernutrisi ini sebagai salah satu makanan pokok manusia di masa depan.

Ramaswamy mendeskripsikan rasa dari susu kecoa (percayalah, ia sudah pernah mencicipinya) sebagai susu tawar. Tidak memiliki rasa atau bau yang khas.

Apakah susu kecoa aman untuk manusia?

Jadi, apakah susu kecoa bisa masuk pasar kompetitif dari makanan sehat yang sudah dirajai oleh susu sapi, susu kambing, susu almond, susu beras, hingga santan? Menurut para peneliti, tidak semudah itu.

Teorinya, susu kecoa bisa saja dikonsumsi manusia. Namun, peneliti masih belum bisa memastikan bahwa susu ini benar-benar aman untuk diminum.

Selain itu, tidak mudah juga untuk memerah kecoa. Populasi spesies kecoa kumbang tidak cukup banyak untuk bisa menghasilkan perahan susu yang bisa memenuhi kebutuhan pasar dunia.

Lagipula, kecoa merupakan “merek” yang buruk untuk bisnis. Siapa, sih, yang benar-benar mau minum segelas minuman yang dilabeli “susu kecoa” meski digembar-gemborkan sehat?

Susu kecoa, jika akan pernah ada, paling mungkin direalisasikan bukan melalui proses perahan kecoa hidup. Melainkan melalui proses ragi buatan. Ragi buatan telah umum digunakan dalam industri makanan untuk meghasilkan pemanis sintetis, misalnya.

kinkah susu kecoak ini menjadi minuman energi yang aman untuk dikonsumsi?

Susu yang dihasilkan dari seekor kecoak tidaklah diambil dari kecoa yang berkeliaran di rumah, melainkan dari seekor  kecoak  kumbang Pasifik (Diploptera punctata).

Hewan satu ini merupakan salah satu spesies yang unik. Tidak seperti  kecoak  lainnya, serangga asli Hawaii ini tidaklah bertelur, tetapi melahirkan.

Seperti hewan menyusui lainnya,  kecoak  kumbang juga akan menyusui anak-anaknya begitu mereka lahir. Anak-anak tersebut akan mendapatkan nutrisi dari cairan kental yang berwarna kuning pucat yang diproduksi dari kantung sang induk. 

ASI dari kecoak kumbang dilaporkan memiliki kandungan energi yang tinggi. Tidak heran jika hanya dengan minum susu dari sang induk, anak-anaknya dapat tumbuh dewasa tanpa harus mengonsumsi makanan lainnya. Susu tersebut dapat menjadi makanan tunggal sampai mereka dewasa. 

Karena itulah, tubuh anak kecoak kumbang Pasifik jauh lebih besar dibandingkan dengan anak kecoak lainnya. 

Pakar serangga sebenarnya telah mengetahui sejak lama bahwa spesies kecoak ini memproduksi susu. Namun, mereka menganggap bahwa susu tersebut akan hancur dalam perut setelah melalui proses pencernaan. 

Mereka kemudian mengetahui bahwa cairan tersebut justru akan mengkristal di dalam perut sang anak kecoak. Para peneliti kemudian menganalisis kristal susu tersebut dan menemukan bahwa kristal dari susu kecoak adalah salah satu zat yang paling bergizi di Bumi. 

Menurut temuan peneliti, susu kecoak diperkaya oleh lemak, asam lemak esensial, lipid, gula, karbohidrat dan protein. 

Emily Jennings Via Live ScienceKecoa Kumbang PasifikSalah satu peneliti yang terlibat, Leonard Chavas, mengatakan bahwa kandungan nutrisi pada susu kecoa merupakan kombinasi yang tepat yang dibutuhkan manusia. 

Ia menambahkan, sebuah kristal susu dari kecoak kumbang Pasifik memiliki kandungan energi tiga kali lipat lebih banyak dari susu kerbau meskipun dengan porsi yang sama.

Padahal sebelumnya, selama ini kerbau berada di peringkat pertama sebagai hewan yang memproduksi susu dengan protein dan kalori tertinggi.

Peneliti juga menemukan bahwa kristal susu tersebut dapat melepaskan protein dengan kecepatan yang sama dengan durasi tubuh saat mengonsumsinya. 

Dengan kandungan energi yang tinggi serta mekanisme penyimpanan yang tahan lama pada tubuh menjadikan susu kecoak sebagai minuman energi yang ideal.

Lalu, seperti apakah rasa susu  kecoak ?

Subramanian Ramaswamy, pemimpin penelitian sekaligus biokimiawan dari Institute for Stem Cell Biology dan Regenerative Medicine di Bangalore, mengatakan, susu  kecoak yang mengandung banyak nutrisi ini mungkin menjadi salah satu makanan pokok manusia di masa depan.  

Ramaswamy mendeskripsikan rasa dari susu  kecoak sebagai minuman tawar. Tidak ada rasa atau bau yang khas dari susu tersebut. 

Meski susu  kecoak mungkin dapat dikonsumsi oleh manusia, tetapi peneliti belum dapat memastikannya.

Selain itu, untuk memerah susu kecoa tidaklah mudah apalagi spesies kecoa kumbang tidak cukup banyak untuk bisa menghasilkan susu untuk memenuhi kebutuhan pasar di dunia. 

Salah satu peneliti yang terlibat, Leonard Chavas, mengatakan bahwa kandungan nutrisi pada susu kecoa merupakan kombinasi yang tepat yang dibutuhkan manusia. 

Ia menambahkan, sebuah kristal susu dari  kecoak kumbang Pasifik memiliki kandungan energi tiga kali lipat lebih banyak dari susu kerbau meskipun dengan porsi yang sama.

Padahal sebelumnya, selama ini kerbau berada di peringkat pertama sebagai hewan yang memproduksi susu dengan protein dan kalori tertinggi.

Peneliti juga menemukan bahwa kristal susu tersebut dapat melepaskan protein dengan kecepatan yang sama dengan durasi tubuh saat mengonsumsinya. 

Dengan kandungan energi yang tinggi serta mekanisme penyimpanan yang tahan lama pada tubuh menjadikan susu  kecoak sebagai minuman energi yang ideal.

Lalu, seperti apakah rasa susu  kecoak ?

Subramanian Ramaswamy, pemimpin penelitian sekaligus biokimiawan dari Institute for Stem Cell Biology dan Regenerative Medicine di Bangalore, mengatakan, susu  kecoak yang mengandung banyak nutrisi ini mungkin menjadi salah satu makanan pokok manusia di masa depan.  

Ramaswamy mendeskripsikan rasa dari susu  kecoak sebagai minuman tawar. Tidak ada rasa atau bau yang khas dari susu tersebut. 

Meski susu kecoak  kecoak mungkin dapat dikonsumsi oleh manusia, tetapi peneliti belum dapat memastikannya.

Selain itu, untuk memerah susu kecoa tidaklah mudah apalagi spesies kecoa kumbang tidak cukup banyak untuk bisa menghasilkan susu untuk memenuhi kebutuhan pasar di dunia.[] 

(Visited 36 times, 1 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.