JAKARTA – Sejumlah calon jemaah haji berpotensi gagal berangkat ke tanah suci. Hingga kini Kementerian Kesehatan mencatat baru sebagian calon Jamaah haji yang sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19 dosis lengkap.
“Per hari ini baru 76 persen yang sudah dosis lengkap. Artinya baru (mereka) persen jemaah yang bisa berangkat ke tanah suci,” kata Kepala Pusat Kesehatan Haji, Kementerian Kesehatan dr. Budi Sylvana pada saat Pembukaan Bimbingan Teknis Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH), dikutip Kamis (19/5/2022).
Budi menegaskan Vaksinasi COVID-19 dosis lengkap menjadi salah satu syarat utama yang diminta Arab Saudi sebelum memberangkatkan Jamaah Haji.
“Artinya, jemaah yang belum divaksinasi dosis lengkap terancam tidak diberangkatkan,” katanya.
Lebih jauh, Budi meminta bagi semua pihak, khususnya petugas kesehatan mempunyai tanggung jawab yang lebih besar memastikan jemaah yang berangkat sudah vaksin lengkap.
Terutama, kata Budi, untuk dapat meyakinkan agar jamaah haji segera mau melakukan vaksinasi lengkap, sesuai dengan amanah dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
“Menjadi tugas kita sama sama untuk menyakinkan jemaah untuk sesegera mungkin melengkapi vaksinasi dosis lengkap sesuai yang dipersayaratkan,” tutup pejabat Kemenkes itu.
Terdapat tiga syarat perjalanan haji dari pemerintah Arab Saudi yang harus terpenuhi. Yaitu, syarat vaksinasi COVID-19 minimal vaksin lengkap, PCR 72 jam sebelum keberangkatan dan syarat maksimal umur di bawah 65 tahun. []





