SERANG – Banten Creative Festival (BCF) kembali digelar pada 23-31 Desember 2023 di Alun-Alun Barat Kota Serang. Festival ini merupakan rangkaian kegiatan industri kreatif yang bertujuan untuk menghubungkan, berkolaborasi, dan berdagang.
Pendiri Bekraf Andi Suhud mengatakan bahwa BCF berbeda dengan event lainnya. Meskipun terlihat hanya menjual baju, namun ada ratusan pihak yang terlibat di dalamnya. Semua unsur terlibat langsung dalam BCF, mulai dari pemerintah, pelaku industri kreatif, hingga masyarakat umum.”BCF ingin menjadi parameter event terkait perizinan. Kita mencoba memberi pemahaman kepada teman-teman agar mencoba termasuk membayar pajak,” kata Andi Suhud saat Prescon di Plaza Aspirasi KP3B, Kota Serang, Rabu (29/11).
Sementara itu, Oyong Wijaya selaku penyelenggara BCF mengatakan bahwa festival ini akan melibatkan 17 subscenter kreasi. Kata dia, tiga kampanye yang akan digabungkan dalam BCF yakni nggak malu memakai produk indonesia, kebanggaan rasa lokal, keren itu bersih.
“Keren pakai brand lokal Indonesia, nggak malu memakai produk Indonesia, Kebanggaan rasa lokal (Local Taste), Menyuarakan untuk kebersihan, keren itu nggak nyampah,” Katanya.
Pada bidang fashion, BCF akan menghadirkan 80 brand, dengan 30 persen dari luar Banten dan 70 persen dari Banten. Oyong berharap dengan adanya BCF, brand-brand lokal dari Banten bisa bersaing dan menumbuhkan bisnis kreatif nasional.
Di bidang musik, BCF akan menghadirkan 50 band lokal dan 20 band nasional, termasuk Atta Aurel. Sementara itu, di bidang budaya, BCF akan menampilkan berbagai kesenian tradisional Banten, seperti debus.
Ia juga mengatakan setiap pedagang akan memberikan diskon hingga 80 persen. Tiket masuk BCF masih sama, yaitu Rp30 ribu per hari. Setiap hari akan ada artis yang tampil di BCF. “Kami berharap BCF bisa menjadi wadah bagi pelaku industri kreatif di Banten untuk berkarya dan berprestasi,” kata Oyong. (Fik)




