SERANG – Penunjukan Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe sebagai Kepala Otorita dan Wakil Kepala Otorita IKN Nusantara menyisakan babak baru. Bambang dan Dhony dihadapkan dengan segudang tugas guna mempersiapkan IKN yang sesuai dengan harapan masyarakat maupun Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Pelantikan Bambang dan Dhony dianggap menuai respon positif dari publik, kedua sosok itu dinilai memiliki kapasitas, kapabilitas dan kompetensi untuk memimpin IKN Nusantara.
“Jika kita lihat rekam jejak kedua orang tersebut, mereka memiliki pengalaman secara teknis dan empirik di pengembangan infrastruktur dan wilayah maupun pemerintahan,” ucap Pengamat politik, Karyono Wibowo dalam program Bincang Hari Ini yang bisa disaksikan di kanal youtube Sultan Tv, Jumat (11/3/2022).
Ia menilai, kedua sosok ini sesuai dengan harapan public karena keduanya tidak terafiliasi dengan partai politik. Bambang dan Dhony juga dinilai masyarakat berasal dari kalangan profesional yang memiliki kualitas moral, kapasitas, kapabilitas, dan independen.
“Mereka dipandang publik sebagai kalangan profesional, karena publik juga menginginkan, agar kepala otorita tidak berpihak kepada partai politik atau kelompok masyarakat tertentu. Sehingga kedua sosok ini mungkin dapat mendapat kepercayaan dari publik,” tuturnya.
“Meski sebelumnya banyak nama yang muncul, namun saat penunjukan Bambang dan Dhony ini dinilai sangat minim resistensi dan kepentingan,” tambahnya.
Hal ini dikarenakan pemindahan IKN menjadi isu yang kontroversial, bahkan ada beberapa tokoh yang membuat petisi penolakan dan menjadi perbincangan. “Menurut saya, pemilihan sosok ini ini tepat,” ucapnya.
Diketahui, Kepala otorita IKN akan diberikan tanggung jawab mengelola anggaran yang dahsyat. Pada tahap pertama saja Rp 466 triliun, sedangkan jangka panjang lebih dari Rp 1.000 triliun.
“Apabila dibandingkan dengan jabatan menteri, tugas Kepala Otorita akan lebih berat. Mulai dari segi anggaran, belum lagi tekanan dari masyarakat yang akan terus memantau perkembangan IKN,” ujarnya. []




