Sultantv.co, JAKARTA – Penyampaian aspirasi dalam rangka Hari Tani Nasional 2026 di kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, telah memasuki tahap berikutnya.
Setelah kegiatan aksi di lokasi selesai, massa bergerak menuju sekretariat untuk mengikuti proses mediasi.
Perkembangan tersebut menjadi bagian dari rangkaian penyampaian aspirasi pada Kamis, 24 September 2026.
Aspirasi yang sebelumnya disampaikan melalui aksi terbuka selanjutnya diarahkan ke ruang dialog untuk membahas persoalan dan tuntutan yang menjadi perhatian peserta.
Melalui mediasi, pihak-pihak yang berkepentingan memiliki ruang untuk membicarakan substansi persoalan secara lebih langsung. Pembahasan dapat mencakup penjelasan mengenai tuntutan, tanggapan pihak terkait, hingga kemungkinan langkah lanjutan.
Namun, proses mediasi tidak dapat langsung diartikan sebagai tercapainya kesepakatan.
Hasil pembahasan tetap bergantung pada proses dialog serta keterangan resmi dari pihak-pihak yang mengikuti mediasi.
Hari Tani Nasional diperingati setiap 24 September.
Momentum tersebut menjadi kesempatan bagi berbagai kelompok masyarakat untuk menyuarakan persoalan agraria dan isu lain yang berkaitan dengan kepentingan publik.
Pada tahun ini, sejumlah kegiatan penyampaian pendapat berlangsung di berbagai titik Jakarta, termasuk kawasan Monas.
Untuk mengawal kegiatan tersebut, Polda Metro Jaya menyiapkan personel pengamanan sekaligus mengatur aktivitas lalu lintas di sekitar lokasi.
Polri menyatakan pengamanan dilakukan dengan tetap memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat.
Pada saat yang sama, kepolisian juga mempertimbangkan kepentingan warga lain yang menjalankan aktivitas di kawasan terdampak kegiatan.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan penyampaian pendapat perlu dikawal agar berlangsung aman dan tertib.
“Kehadiran Polri adalah untuk melayani dan mengawal agar penyampaian pendapat dapat berlangsung secara aman, damai, tertib, dan bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan hak masyarakat lainnya,” kata Johnny. ANTARA – Polri Kedepankan Humanis Kawal Aksi Hari Tani Nasional
Johnny juga menyampaikan bahwa peserta aksi tetap memperoleh ruang untuk menyampaikan aspirasi secara aman dan tertib.
Di sisi lain, aktivitas masyarakat seperti mobilitas, pekerjaan, pendidikan, dan kegiatan sosial tetap menjadi perhatian dalam pelaksanaan pengamanan.
“Kepada saudara-saudara kita yang menyampaikan aspirasi, kami memberikan ruang dan pelayanan agar dapat menyampaikan pendapat dengan aman dan tertib. Kepada masyarakat lainnya, kami juga memastikan aktivitas, mobilitas, pekerjaan, pendidikan, dan kegiatan sosial tetap dapat berjalan,” ujar Johnny.
Dalam pengamanan 99 kegiatan masyarakat di wilayah DKI Jakarta, Polda Metro Jaya menyiapkan 26.386 personel gabungan. Personel tersebut berasal dari unsur Polri, TNI, Pemprov DKI Jakarta, serta Pamdal DPR/MPR.
Khusus untuk kawasan Monas dan Silang Selatan, sebanyak 4.020 personel ditempatkan untuk mendukung pengamanan.
Kepolisian juga menyiapkan pengaturan lalu lintas secara situasional sesuai kondisi kegiatan di lapangan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menyatakan pendekatan yang digunakan personel dalam mengawal aksi mengutamakan komunikasi dan pencegahan ketegangan.
“Seluruh personel di lapangan diinstruksikan untuk mengedepankan pendekatan humanis, dialogis, dan persuasif,” ungkap Budi. ANTARA – 26.386 Personel Amankan 99 Kegiatan Masyarakat di DKI
Polda Metro Jaya sebelumnya juga menyampaikan bahwa pengamanan penyampaian aspirasi Hari Tani Nasional di kawasan Monas dilakukan secara terukur dan humanis.
Pengamanan diarahkan agar kegiatan masyarakat dapat berlangsung tertib dengan tetap memperhatikan situasi keamanan di sekitar lokasi.
Setelah aksi di Silang Monas berakhir, perhatian kini beralih pada proses mediasi di sekretariat. Forum tersebut menjadi ruang untuk meneruskan pembahasan mengenai aspirasi yang sebelumnya disampaikan di lapangan.
Kelanjutan proses tersebut masih bergantung pada hasil pembicaraan para pihak.
Karena itu, menjaga suasana tetap aman dan kondusif menjadi penting agar dialog dapat berlangsung tertib dan aspirasi dapat dibahas secara lebih terarah.***




