BerandaBERITAMobil Ambulans dari Pemkab Serang Tak Terwujud, Kades Barugbug Izinkan Mobil Pribadinya...

Mobil Ambulans dari Pemkab Serang Tak Terwujud, Kades Barugbug Izinkan Mobil Pribadinya Dipakai Warga


‎SERANG, Sultantv.co – Rasa kecewa mendalam masih menyelimuti Pemerintah Desa Barugbug, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Pasalnya, meski Surat Keputusan (SK) pengadaan dan bangunan garasi kendaraan sudah disiapkan sejak tahun 2019, janji pengadaan mobil ambulans hingga kini tak pernah terealisasi.

‎Padahal, desa-desa lain di wilayah tersebut diketahui sudah menerima bantuan serupa pada periode yang sama.

‎Kepala Desa Barugbug, Sulkhi Maisa, mengungkapkan hal tersebut saat menanggapi pertanyaan mengenai alasan di desanya puluhan tahun hingga kini belum memiliki sarana transportasi kesehatan resmi.

‎Menurutnya, proses administrasi sudah lengkap sejak masa pandemi Covid-19, namun kenyataan berbicara lain, kendaraan ambulance yang diajukan kepada Pemkab Serang tak kunjung muncul.

‎”Jadi ceritanya begini, saya bikin garasi kalau tidak salah tahun 2019 zaman Covid, SK-nya juga sudah keluar. Tapi setelah desa yang lain dapat, ternyata Desa Barugbug tidak dapat, tidak tahu kenapa alasannya, saya juga tidak paham. Apa saya tidak mendukung beliau (Bupati sebelumnya) atau bagaimana,” ungkap Sulkhi saat ditemui wartawan di kantornya, Selasa, 19 Mei 2026.

‎Sulkhi mengaku sempat berniat menanyakan kejelasan hal ini ke Pemkab Serang, namun niat itu urung dilakukan karena rasa kecewa yang sudah lebih dulu ada. Hal itu membuat dirinya enggan lagi menindaklanjuti persoalan tersebut.

‎”Saya tidak sempat ke sana karena sudah keburu kecewa. Jadi saya malas ke sananya. Padahal SK-nya sudah keluar, garasi sudah bikin tapi ternyata ambulansnya tidak ada,” tambahnya.

‎Akibat kekosongan fasilitas vital tersebut, penanganan warga yang sakit atau ibu hamil yang hendak bersalin sangat bergantung pada kendaraan pribadi milik Kepala Desa.

‎Jarak tempuh ke puskesmas terdekat mencapai 7 kilometer, sementara warga yang tinggal di kawasan pedalaman dekat Rawa Danau harus ditandu berjalan kaki karena akses yang sulit dan minim kendaraan pribadi warga.

‎”Alhamdulillah saya punya kendaraan, jadi kalau warga mau ke rumah sakit itu pakai mobil saya. Kalau saya lagi ada di Serang dan disuruh pulang sama warga ya saya pulang, karena di sini tuh jarang punya mobil. Paling cuma ada beberapa orang saja, kecuali yang di Barugbug atas itu,” jelas Sulkhi.

‎Kondisi darurat ini pun memicu risiko tinggi. Meski membantah adanya kasus kematian, Sulkhi mengakui bahwa kejadian ibu bersalin yang melahirkan di tengah jalan atau di dalam mobilnya sangat sering terjadi.

‎Kendaraan pribadinya itu bahkan kerap disebut warga sebagai ‘jimat’ karena selalu ada saat dibutuhkan, meski seringkali tiba di fasilitas kesehatan saat bayi sudah lahir di perjalanan.

‎”Kalau yang lahiran di dalam mobil di tengah perjalanan itu sering. Makanya si Jagur (sebutan mobil pribadi miliknya) itu jimat karena sering bawa orang mau lahiran tapi keburu lahiran di mobil,” ujarnya.

‎Namu dengan kepemimpinan Bupati Serang saat ini, Ratu Rachmatuzakiyah, Sulkhi menyampaikan harapan besar agar nasib Desa Barugbug berubah. Selain meminta pengadaan ambulans yang sudah tertunda bertahun-tahun, ia juga menyoroti kondisi jalan kabupaten yang melintasi desanya.

‎Jalan tersebut sudah berusia 18 tahun dan baru satu bagian kecil saja yang pernah diperbaiki, padahal status pengelolaannya berada di bawah tanggung jawab pemerintah kabupaten, bukan desa.

‎”Harapan saya mudah-mudahan bisa membantu masyarakat saya khususnya, seperti ambulans. Kemudian juga perbaikan jalan, karena jalan di sini itu masuk kategori jalan kabupaten, bukan jalan desa. Sudah 18 tahun tapi baru sepotong diperbaiki jalannya,” pungkasnya. (Red/ RG)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular