TANGERANG, Sultantv.co – Dalam upaya memperkuat peran generasi muda sebagai konsumen media yang cerdas dan kritis, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Banten menggelar Literasi Media di SMK Nurul Amin, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu, 3 September 2025.
Melalui tema “Peran Lembaga Penyiaran untuk Membangun Masyarakat Cerdas Bermedia di Tengah Banjir Konten Media Publik”, kegiatan ini diikuti siswa siswi Kelas X dan XII Jurusan Multimedia dengan semangat antuasias.
Komisioner KPID Banten, Talitha Almira mengawali paparan dengan membahas topik “Cerdas Bermedia”. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya para pelajar untuk bisa memilah konten-konten yang tersaji di media sosial (medsos).
Meski tugas utama KPID adalah mengawasi tayangan televisi dan radio, namun konten di medsos tidak bisa dibendung jika tidak disaring dengan baik.
“Oleh karena itu kami mengajak adik-adik agar bijak dalam menggunakan media massa, cerdas dalam menyampaikan berita-berita hoax dan berita fakta,” kata Talitha.
Ia menjelaskan, tujuan sosialisai ini dilakukan agar mereka mengetahui secara detail dampak positif maupun negatif dari penggunaan media tersebut.
Selain itu, melatih kemampuan para pelajar dalam memverifikasi infomasi dan penanganan berita hoax atau berita bohong.
“Mereka juga dikenalkan sumber-sumber informasi yang terpercaya, penggunaan media secara produktif dan etis,” terang Talitha.
Kepala SMK Nurul Amin, Amiyati menyambut baik kehadiran Komisioner KIPD Banten, khususnya perihal giat literasi media.
Menurutnya, sosialisai ini sangat erat dengan kebutuhan para siswa di sekolahan yaitu adanya Jurusan Multimedia.
“Kami mengajak siswa siswi agar menanyakan apa yang belum mereka ketahui dari materi Literasi Media ini. Merek juga harus menyerap ilmunya dengan sebaik-baiknya,” ujar Amiyati.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Program Desain Komunikasi Visual SMK Nurul Amin, Eka Jamalulael endukung kegiatan tersebut dalam rangka memperkuat dan menjalankan program kerja jurusan.
“Kegiatan Literasi Cerdas Bermedia bertujuan untuk meningkatkan skill (kemampuan) pelajar kelas X-XII agar menjadi pelajar yang bijak dalam mengelola media dan cerdas dalam literasi,” terangnya. (Roy)




