SERANG, Sultantv.co – Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menegaskan bahwa skema build operate transfer (BOT) yang diusulkan oleh Ketua DPRD Kota Serang, Muji Rohman, dinilai bukanlah solusi alternatif.
Menurutnya, jika skema BOT diterapkan, justru akan merugikan para pedagang Pasar Induk Rau.
“Bukan alternatif, itu malah nyusahin pedagang, mohon maaf nih,” kata Budi, di Puspemkot Serang, Rabu, 20 Agustus 2025.
“Kalian pikir saja, pihak ketiga harus memikirkan keuntungan pemerintah, lalu juga mengambil keuntungan sendiri untuk mengembalikan modal,” tambahnya.
Politisi Gerindra ini menilai, jika pengelolaan Pasar Rau dilakukan langsung oleh pemerintah, hal itu akan lebih menguntungkan pedagang.
“Tapi kalau pemerintah yang mengelola, tentu akan menguntungkan pedagang. Sewa lebih murah, dan uang sewanya bisa dipakai untuk membayar bank. Jadi uangnya tetap berputar,” ucap mantan Ketua DPRD Kota Serang ini.
“Karena yang saya pinjam itu bukan untuk infrastruktur mati, tapi untuk infrastruktur yang menghasilkan, yaitu pasar,” jelas Budi.
Budi juga menyampaikan bahwa tahun ini pihaknya akan memutus kontrak kerja sama dengan PT Pesona Banten Persada.
Hal itu dilakukan karena hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan banyak catatan wanprestasi dari perusahaan tersebut.
“Di era pemerintahan saya, saya putus kontrak itu. Kalau pemerintah yang mengelola, otomatis konsentrasi pemerintah hanya untuk menarik PAD sesuai aturan negara,” imbuhnya.
Ia menambahkan, sejak Pasar Rau berdiri hingga kini, kondisinya tidak pernah baik karena dikelola pihak ketiga.
“Belajar dari pengalaman, sejak Rau berdiri sampai sekarang, kondisinya tidak bagus. Itu karena dikelola pihak ketiga, muncul pungli, makelar merajalela puluhan tahun,” tuturnya.
Oleh karena itu, Budi menginginkan Pasar Rau dibangun dengan konsep modern, bersih, dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.
“Konsepnya seperti pasar modern. Ada AC, eskalator, lift, pasarnya bersih. Tidak ada lagi orang jual ayam masih dengan bulunya, semua sudah bersih hanya dagingnya,” jelas Budi.
Ia berharap DPRD Kota Serang bisa menerima kebijakan yang dinilai lebih pro terhadap pedagang, meskipun tetap menghargai masukan yang diberikan.
“Saya terima kasih atas saran Ketua DPRD, tapi tentu saran itu tidak sejalan dengan kebijakan yang saya ambil,” ujarnya.
“Karena saya harus mengambil kebijakan yang benar-benar pro terhadap pedagang di sana nantinya,” pungkas Budi. (Roy)


