Surabi Bandung adalah salah satu jajanan khas Sunda yang populer di Jawa Barat, khususnya di kota Bandung. Terbuat dari adonan sederhana berbahan dasar tepung beras dan santan, surabi dimasak menggunakan cetakan tanah liat di atas tungku arang. Cita rasa gurih dari santan berpadu sempurna dengan topping manis atau asin, membuat surabi cocok dinikmati sebagai sarapan atau camilan sore hari.
Surabi tradisional biasanya hanya disajikan polos atau dengan kinca (gula merah cair). Namun, kini kamu bisa menemukan berbagai varian topping kekinian seperti keju, cokelat, sosis, hingga durian.
Resep
Bahan adonan:
- 250 gram tepung beras
- 500 ml santan (dari 1 butir kelapa)
- 1/2 sendok teh garam
- 1 lembar daun pandan (opsional, untuk aroma)
Bahan kinca (saus gula merah):
- 200 gram gula merah, serut halus
- 200 ml santan
- 1 lembar daun pandan
- Sejumput garam
👩🍳 Cara Membuat:
Membuat adonan surabi:
- Rebus santan dengan daun pandan dan garam. Aduk-aduk agar santan tidak pecah. Setelah hangat, angkat dan diamkan.
- Masukkan tepung beras ke dalam wadah, tuangkan santan sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan licin dan tidak menggumpal.
- Diamkan adonan selama 30 menit agar mengembang.
Memasak surabi:
- Panaskan cetakan surabi (bisa pakai wajan kecil anti lengket jika tidak punya cetakan tanah liat).
- Tuang satu sendok sayur adonan ke dalam cetakan panas (tidak perlu dioles minyak).
- Tutup dan masak dengan api kecil selama ±5–7 menit hingga matang dan bagian atas tidak basah.
Membuat kinca:
- Rebus gula merah dengan santan, daun pandan, dan garam hingga larut dan mengental.
- Saring jika perlu, lalu sajikan bersama surabi.





