SERANG – Direktur Utama Bank Banten Muhammad Busthami mengatakan skema Kelompok Bank Umum (KUB) dengan Bank Jawa Timur (Bank Jatim) PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Bank Banten) dapat berjalan dengan lancar.
Menurutnya, proses KUB Bank Banten dengan Bank Jawa Timur dalam penjajakan. Kata dia, Peluang KUB itu menjadi kesempatan emas bagi Bank Banten untuk memenuhi modal inti.
“Saat ini baru penjajakan, dan artinya kita tetap membuka diri terhadap semua kemungkinan yang ada,” kata Busthami di Kpw BI Banten, Senin (19/2).
Ia meyakini bahwa kinerja positif Bank Banten sepanjang tahun 2023 menjadikan Bank Banten dilirik banyak pihak untuk melakukan skema KUB.
“Terus, kemudian semakin banyak pihak yang tertarik dengan Bank Banten, karena kinerja kita membaik di tahun 2023, ditambah kita merupakan BUMD Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 5 Tahun 2023 Tentang Pendirian Perseroan Terbatas Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk,” imbuhnya.
Sebelumnya, Direktur Utama BJTM Busrul Iman Bank Jatim, berupaya untuk melakukan ekspansi dengan mendorong konsolidasi. Bank Jatim tengah melakukan proses skema KUB dengan BPD Lampung dan Bank Banten Banten (BEKS).
“Saat ini kami sedang melakukan tahap penyelesaian proses KUB dengan BPD NTB Syariah. Selain itu, juga sedang berprogress dengan BPD Lampung dan tengah melakukan tahap penjajakan dengan BPD Banten,” kata Basrul dalam keterangan resminya belum lama ini.
Sebagai informasi, langkah tersebut dilakukan sesuai ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum.
Hal itu, dimaksudkan untuk meningkatkan basis bisnis, memperluas jangkauan konsumen, serta saluran distribusi dengan sasaran pencapaian akselerasi pertumbuhan.
Dalam POJK tersebut, konsolidasi bank umum dilakukan guna memenuhi modal inti minimum 3 triliun rupiah di akhir tahun 2024. Dengan skema KUB, bank anggota hanya perlu memiliki modal inti sebesar Rp1 triliun.
Sementara bank induk akan bertanggung jawab terhadap keberlangsungan anggota skema KUB ini.
Untuk diketahui, hingga November 2023 jumlah Modal Inti Bank Banten tercatat senilai Rp1,24 triliun. (Fik)





