SERANG – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinai Banten akan melakukan bedah buku setiap minggu. Sebelumnya DPK Provinsi Banten sudah merencanakan bedah buku sebanyak 14 kali sepanjang tahun 2023.
Plt Sekretaris DPK Provinsi Banten, Evi Syaefudin mengatakan pihaknya tidak akan membedah buku saja. Akan tetapi, akan melakukan bedah film juga yang rencananya akan diaktifkan setiap minggu.
“Sepanjang tahun ini ada 12 kali kegiatan bedah buku, tiap Minggu rencananya ada bedah buku dan film,” katanya saat ditemui di Pendopo Gubernur Banten, Rabu (22/2/2023).
Kendati demikian, kegiatan tersebut akan berkurang ketika memasuki bulan ramadhan “Kecuali bulan puasa berkurang, paling sambil ngabuburit,” ujarnya.
Lanjutnya, rencana kegiatan bedah buku itu, nantinya akan bekerjasama dengan Gramedia Cilegon. “Besok kerjasama dengan Gramedia Cilegon, sekaligus penjualan buku,” tuturnya.
Kata dia, dalam kerjasama tersebut pihak Gramedia Cilegon akan mendatangkan penulis buku yang akan dibedah. Hal itu, dilakukan karena DPK Provinsi Banten tidak memiliki anggaran yang cukup untuk mendatangkan penulis buku.
“Penulis didatangkan oleh pihak Gramedia, karena kalau berdasarkan anggaran yang tersedia tidak cukup untuk penulis, maka sebagian si cover oleh mereka,” ujarnya.
Ia juga mengatakan dengan dilaksanakannya bedah buku itu, diharapkan dapat meningkatkan kegemaran membaca pada masyarakat.
“Meningkatkan kegemaran membaca pada masyarakat, paling tidak mengenalkan buku buku yang sedang hype, hits, dan memancing utnk lebih sering membaca,” katanya.
Lanjutnya, mengenai tema buku yang akan dibedah tergantung dengan kebutuhan atau buku yang berkaitan dengan konten lokal. “Buku yang dibedah tergantung kebutuhan, misalnya, besok soal novel, kemarin balada si Roy, atau mungkin buku-buku yang berkaitan dengan konten lokal,” katanya.
“Kami juga dapat buku dari Untirta tentang hukum tanah adat mungkin aja di bedah,” imbuhnya.
Ia juga mengatakan untuk penulis lokal yang ingin bukunya dibedah. Maka pihaknya akan membantu dengan syarat buku tersebut memiliki tema yang menarik. “Kalau ada penulis lokal yang mau sepanjang bukunya temanya menarik, bukan buku pengajaran,” pungkasnya. (Fik)





