BerandaBERITASleep-Related Eating Disorder, Apa Itu?

Sleep-Related Eating Disorder, Apa Itu?

Sleep-related eating disorder adalah suatu kondisi yang membuat seseorang makan sambil tertidur.

Kondisi ini dikenal juga sebagai night sleep-related eating disorder dan nocturnal sleep-related eating disorder (NS-RED).

Aktivitas makan dilakukan tanpa kesadaran sehingga mereka mungkin mengonsumsi makanan yang berbahaya, seperti makan makanan mentah atau kedaluwarsa.

Parahnya lagi, kondisi ini bisa membuat Anda mengonsumsi sesuatu yang seharusnya tidak dimakan, seperti ampas kopi.

Dilansir dari laman Sleep Education, seseorang bisa terbangun karena gangguan makan saat tidur sampai beberapa kali dalam semalam.

Mereka yang mengalami SRED sering kali makan makanan manis dan berkalori tinggi. Selain itu, pengidap NS-RED juga kerap makan makanan yang biasanya tidak mereka sukai.

Gangguan makan saat tidur berlangsung cukup cepat. Kondisi ini biasanya terjadi selama kurang lebih 10 menit, terhitung sejak Anda terbangun pada tengah malam.

Seseorang bisa dikatakan mengidap gangguan makan saat tidur jika menunjukkan gejala seperti berikut.

  • Makan sambil tidur setidaknya 3–4 kali seminggu. Mereka mungkin terbangun beberapa kali dalam semalam.
  • Hanya memiliki sedikit ingatan atau bahkan lupa sama sekali dengan apa yang terjadi semalam.
  • Memasukkan sesuatu hal yang berbahaya ke dalam mulut, seperti puntung rokok, ampas kopi, atau makanan kedaluwarsa. Ini karena mereka tidak sadar dengan apa yang dilakukan.
  • Terluka tanpa menyadarinya. Orang-orang dengan SRED mungkin tidak sengaja memotong atau membakar bagian tubuh mereka saat menyiapkan makanan.
  • Memiliki masalah kesehatan lain, seperti kelelahan, kenaikan berat badan tanpa diduga, atau depresi.

Sleep-related eating disorder berbeda dengan night eating syndrome (NES). Sindrom makan tengah malam membuat seseorang terbangun dari tidur untuk makan supaya bisa tidur kembali.

Orang-orang yang mengalami NES melakukan hal tersebut dengan sadar dan akan mengingatnya saat terbangun pada pagi hari.

Sementara itu, orang yang mengalami gangguan makan saat tidur tidak akan ingat bahwa mereka sudah makan semalam.

Saat dokter mendiagnosis SRED, mereka akan melihat penyebab utama dari kondisi tersebut. Pasalnya, penyebab utama inilah yang akan dijadikan sebagai rujukan pengobatan.

Jika Anda mengidap nocturnal sleep-related eating disorder karena obat-obatan, dokter mungkin akan terlebih dahulu meminta Anda menghentikan konsumsi obat tersebut atau menggantinya dengan obat lain.

Selain menyesuaikan penggunaan obat, metode lain yang dapat digunakan untuk mengatasi SRED yakni terapi perilaku kognitif (CBT).

Terapi perilaku ini perlu disertai dengan keinginan kuat serta dukungan keluarga berupa dorongan untuk menerapkan pola hidup yang lebih sehat.

Dokter mungkin juga meresepkan obat untuk mengatasi gejala yang menyertai gangguan makan saat tidur yang Anda alami.

Jika dibiarkan, SRED bisa membuat seseorang mengalami kenaikan berat badan, peningkatan risiko diabetes tipe 2, kelelahan pada siang hari, dan sakit karena mengonsumsi makanan yang berbahaya tanpa disadari.

Oleh karena itu, jika Anda mengalami gejala gangguan makan saat tidur, tidak ada salahnya untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Selain menjalani pengobatan dengan dokter, pastikan Anda mengunci tempat penyimpanan makanan dan menjauhkan benda-benda tajam dari dapur.

Hal ini bertujuan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan saat Anda terbangun dan tanpa sadar pergi ke dapur.

Pencegahan gangguan makan saat tidur

Selain menyesuaikan penggunaan obat-obatan untuk gangguan tidur, memiliki pola tidur sehat juga bisa membantu mengurangi risiko Anda untuk mengalami NS-RED.

Dilansir dari laman Sleep Foundation, berikut adalah cara mengatur pola tidur supaya lebih sehat.

  • Bangun dan tidur pada waktu yang sama setiap hari, termasuk akhir pekan.
  • Hindari bermain handphone atau perangkat elektronik lainnya 30 menit sebelum tidur.
  • Sesuaikan cahaya, suhu kamar, dan kebisingan kamar dengan kenyamanan Anda.
  • Hindari minum kopi sebelum tidur.

Bukan hanya mencegah SRED, memiliki waktu tidur yang berkualitas dan cukup akan memberikan banyak manfaat bagi tubuh Anda.

Jadi, tidak ada salahnya untuk mulai memperbaiki jam tidur. Bagaimanapun, ini merupakan salah satu bagian dari pola hidup yang sehat.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular