Sukabumi – Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) DKI Jakarta melangsungkan kerjasama dengan Pengoperasian Kapal Penangkap Ikan dan Kerjasama Pengoperasian Cold Storage di Kawasan Pantai Maluku – Papua pada seremonial peresmian porgam Pertanian Terpadu di Pendopo KKBK Cikidang yang disaksikan oleh Kepala Staf Kogabwilhan III Laksamana Maman Firmansyah, Kamis (3/2/2023).
Program yang dirancang dan dikembangkan oleh Dadung Hari Setyo mendapatkan apresiasi yang sangat baik dari para mitra usaha.
Peresmian dan kerjasama ini juga dihadiri oleh Ketua Umum KUP SUTA Nusantara Dadung Hari Setyo, Panglima Kogabwilhan III Letjen. TNI I. Nyoman Cantiasa, M.Han, Ketua Umum Kesatuan Keluarga Besar Kasepuhan (KKBK) Jawa Barat Banten Abah Surya Atmadja, juga Perwakilan Masyarakat Papua Yunus Saflembolo.
Dalam sambutannya Yunus Saflembolo mengungkapkan bahwa program ini sebagai salah satu bentuk pengembangan mahasiswa Papua yang berkuliah di pulau Jawa dan sekitarnya.
“Saat ini ada sekitar 25 ribu mahasiswa Papua yang tersebari di pulau Jawa tetapi hanya setengah persennya saja yang dapat berkembang sisanya menjadi pengangguran. Tentu Pertanian Terpadu ini menjadi bagian dari perkembangan mereka nantinya untuk mengembangkan pertanian di Papua,” ungkapnya.
Selain itu Abah Surya Atmadja juga dalam sambutannya mengungkapkan sangat menerima dengan tangan terbuka bagi masyarakat Papua untuk bertandan dan belajar pertanian di Sukabumi.
“Atas nama Kasepuhan Kesatuan Keluarga Besar Jawa Barat Banten kami sangat menerima kehadiran masyarakat Papua yang ingin belajar bertani disini, kami juga mendukung sepenuhnya implementasi program pertanian terpadu,” tutur Abah Surya Atmadja.
Dalam kesempatannya Letjen I Nyoman Cantiasa menyebutkan bahwa seluruh kegiatan ini sebagai bentuk implementasi Perpres nomor 17 tahun 2019 tentang Pelaksanaan Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.
“Program Pertanian Terpadu ini sebagai implementasi nyata dari Perpres nomor 17 tahu 2019 tentang Pembangunan Kesejahteraan di Papua dan ini menjadi formulasi yang sangat baik bagi pengembangan SDM di Papua. Sehingga harapnnya ini dapat membantu perkembangan ekonomi juga memperdayakan masyarakatnnya dengan Pertanian Terpadu,” tutup Letjen I Nyoman Cantiasa. (Al)




