BerandaBERITAKomjak Konsisten Kawal Kinerja Kejaksaan Agung

Komjak Konsisten Kawal Kinerja Kejaksaan Agung

JAKARTA – Ketua Komisi Kejaksaan (Komjak), Barita Simanjuntak, menilai, pemberantasan korupsi yang diusung secara konsisten oleh Kejaksaan Republik Indonesia telah berdampak signifikan terhadap tegaknya keadilan di Indonesia.

Menurut dia, hal itu dibuktikan dengan penindakan terehadap PT Asuransi Jiwasraya, PT Asabri, PT Garuda Indonesia, kasus Surya Darmadi, dan berhasilnya mekanisme restorative justice sebagai upaya penyelesaian humanis yang berfokus pada korban.

“Kejaksaan Agung mendapatkan apresiasi yang nyata dari masyarakat. Hal tersebut dibuktikan dengan survei Litbang Kompas 2022 yang menempatkan Kejaksaan RI sebagai lembaga penegak hukum yang paling dipercaya oleh masyarakat,” kata Barita saat diskusi peranan Komisi Kejaksaan Republik Indonesia dalam menjaga Kepercayaan Publik Terhadap Institusi Kejaksaan yang dirangkai dengan lauching Kantor Biro Hukum Samara di Sedayu City, Kelapa Gading, seperti dikutip Jumat (11/11/2022).

Barita menambahkan, kesuksesan Kejaksaan tidak terlepas dari peranan penting Komjak Republik Indonesia yang berhasil mengawasi kinerja Kejaksaan RI agar senantiasa tetap berwibawa, berkualitas, bersih, dan profesional.

Atas keberhasilannya menjaga Kejaksaan RI menjadi lembaga yang berwibawa dan dipercaya, Komisi Kejaksaan RI lantas mendapatkan penghargaan dari Kejaksaan Agung dan Presiden RI.

Barita juga menyatakan, penting kesadaran bagi penegak hukum untuk hadir bagi masyarakat sebagai penegak hukum yang adil, jujur dan akuntabel sehingga dapat dipercaya.

“Komisi Kejaksaan RI berkomitmen untuk terus mengawasi dan menjaga institusi Kejaksaan agar tetap menjadi lembaga penegak hukum yang menghadirkan rasa keadilan (sense of justice) di tengah-tengah masyarakat,” pungkasnya.

Senada dengan itu, Paulus Lubis sebagai managing partner Samara Counselors at Law, mengungkapkan betapa pentingnya peranan penegak hukum yang berintegritas dan dapat dipercaya oleh masyarakat. Sebab, institusi penegak hukum yang tidak dapat dipercaya akan bermuara pada pembangkangan sipil (civil disobedience).

“Saya berharap agar Komisi Kejaksaan RI dapat terus hadir untuk mengawasi dan menjaga marwah institusi Kejaksaan,” kata Paulus.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular