TANGSEL – Di usianya yang ke-22, Provinsi Banten masih menyimpan sejumlah potensi yang belum tergali. Hal tersebut terungkap dalam dialog Bersama bertajuk “Mencari Pemimpin Banten” di Lubana Sengkol, Kota Tangerang Selatan.
“Jadi kalo kita mau melihat Banten kita lihatnya sebagai alamnya dulu, memberi janji apa kepada manusia nya,” kata U Saefudin Noer yang merupakan pengusaha dan juga seorang mantan direktur utama PT Pelindo III.
“Jadi kalo saya bicaranya Banten, saya katakan dalam tone yang optimis, dan saya tau persis bagaimana memulainya,” tambahnya.
Pria kelahiran Pandeglang yang sering disapa Kang UU ini memaparkan alasan mengapa Banten bagian selatan lambat pertumbuhannya dibanding Banten bagian utara. hal ini dikarenakan Banten bagian utara merupakan daerah yang dilalui perdagangan laut sehingga wilayah ini terbuka akan perdagangan dan industri.
“Kenapa Banten Utara dan Banten Selatan perlu perhatian dari kita, diutara kenapa tumbuh karena dia jalurnya jalur ramai, di priok yang kemudian berkembang, itupun jalur kapal bukan jalur yang lain, jadi dia terekspose kepada perdagangan terhadap industri,” tuturnya.
Ia mengatakan, selain Gunung Krakatau, Provinsi Banten juga memiliki potensi keindahan alam lainnya yang dapat ditawarkan kepada dunia salah satunya Ujung Kulon sebagai rumah bagi Badak Bercula Satu, Baduy, dan masih banyak lagi.
Hal itulah yang dapat diekspose secara maksimal oleh pemimpin yang imajinatif, pemimpin yang dapat memvisualisasikan apa yang telah ia sebut sebagai visi dan misi.
“Kalau mencari pemimpin itu manusia, manusia yang paling penting adalah kemampuannya menyerap informasi, kalo dia gak mampu menyerap informasi yang tumbuh lebih cepat, susah jadi pemimpin baru,” katanya.
“Karena informasi memberi data, data tentang tadi pulau, laut, tanah, dan info baru bisa menajdi data kalo knowledge kita cukup kuat, artinya harus ada bekal penddikan yang cukup dari seorang pemimpin agar memahami informasi dan data sehingga dia menjadi sumber daya,” pungkasnya. []




