JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berencana memangkas belanja pemerintah pusat untuk tahun anggaran 2022. Hal ini dilakukan untuk mewaspadai lonjakan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan listrik akibat perang Rusia dan Ukraina yang tidak berkesudahan.
Hal tersebut dibenarkan oleh Direktur Jenderal Anggaran Isa Rachmatarwata, Senin (30/5/2022). Ia menyebut, penghematan anggaran diperkirakan mencapai Rp 24,5 triliun.
Adapun kriteria belanja yang akan dipangkas adalah sumber dana Rupiah Murni (RM), di luar belanja pegawai dan belanja barang operasional, di luar belanja Anggaran Pendidikan, di luar belanja Perlinsos PB1, Bansos PKH, Bansos Kartu Sembako (Program untuk melindungi masyarakat miskin) dan dapat mencakup Belanja Barang Non Ops dan belanja modal yang belum dilakukan penandatanganan kontrak per tanggal 25 Mei 2022.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah mengirimkan surat kepada masing-masing Kementerian Lembaga (KL) per tanggal 23 Mei 2022.
“Dengan surat tersebut KL diminta menyisihkan total 24,5T untuk cadangan bila terjadi kebutuhan mendesak yang diakibatkan kenaikan harga komoditas energi dan pangan,” jelasnya.
“Cadangan tambahan ini tidak boleh dipakai dulu sampai tekanan akibat kenaikan harga mereda atau dapat dimitigasi dengan anggaran lain yang disiapkan,” tegas Isa.
Dana tersebut termasuk tambahan pagu untuk subsidi dan kompensasi yang sudah disetujui DPR. []





