BerandaBERITASilaturahmi Kebangsaan AT Institute-PBNU, Bekerjasama Membangun Generasi Muda yang Islami dan Berbangsa

Silaturahmi Kebangsaan AT Institute-PBNU, Bekerjasama Membangun Generasi Muda yang Islami dan Berbangsa

JAKARTA – Pengurus Akbar Tandjung (AT) Institute melakukan silaturrahmi kebangsaan dan bertemu dengan Ketua Umum serta Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), di kantor PBNU, Jln. Kramat Raya, Senen Jakarta Pusat, Senin (14/3/2022). 

Akbar Tandjung diterima langsung oleh Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf dalam rangka silaturahmi serta melakukan dialog kebangsaan dan keislaman. 

“Ada beberapa kesepahaman antara PB NU dgn AT Institute, yaitu peradaban yang tumbuh dan berkembang di Indonesia milik umat Islam, dan kita harus berani mengklaimnya, kalau tidak, akan diklaim pihak lain,” ucap Akbar Tandjung.

Ia mengungkapkan, AT Institute dan PBNU bersinergi untuk menampilkan dan mengamalkan nilai-nilai Islam yang Rahmatan Lil ‘alamin. 

“Kita mengajak seluruh umat Islam Indonesia untuk bersama-sama menampilkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin dalam seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ujarnya. 

Pihaknya juga menekankan pentingnya keselarasan keilmuan berdasarkan agama dan pendidikan. 

“Sehingga perlu ada kesepakatan dan keselarasan ilmu sehingga dapat mencegah paham radikal,” tutur pengurus AT Institute H. M. Aly Yahya. 

AT Institute juga mengajak PBNU bekerja sama dalam membangun generasi muda melalui pedidikan Sekolah Kepemimpinan Politik Bangsa (SKPB) yang selama ini telah dilakukan oleh AT Institute. 

“Dimana sekolah ini tidak lain maksudnya adalah untuk membuka kesempatan pada orang-orang muda, terutama bagi mereka yang aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan,” ucap Aly. 

Peserta SKPB ini merupakan pimpinan tingkat pusat dari organisasi-organisasi mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung. “Pesertanya ada HMI, GMNI, GMKI, PMKRI, PMII, KAMMI, dan IMM,” papar Aly. 

“Termasuk yang berkaitan dengan hubungan politik, keagamaan dan kebangsaan juga mereka mendapatkan itu dalam pendidikan kepemimpinan bangsa ini,” tambahnya. 

Ajakan untuk membangun generasi muda ini sangat isambut baik oleh PBNU. Mengingat generasi muda adalah tulang punggung bangsa yang perlu diperhatikan dan dibina dengan baik. 

“Sebaiknya tokoh-tokoh bangsa yg masih ada, terutama dalam kalangan Islam, harus sering ketemu untuk merumuskan dan mewariskan nilai-nilai dasar kebangsaan dan keislaman. Sehingga generasi dibawahnya memperoleh pencerahan dan tidak jalan sendiri-sendiri,” ucap Ketum PBNU, Yahya Cholil. 

Dalam kunjungan ini, Akbar Tandjung ditemani oleh pengurus AT Institut lainnya seperti H. M. Aly Yahya, Alfan Alfian dan Mujiyanto. 

Gus Yahya Cholil Staquf mengatakan, kedatangan pak Akbar Tandjung bersilaturrahmi di Kantor PB NU, dalam tradisi NU beliau merasa “disuwuk”, dalam pengertian memperoleh anugerah kharisma dari Pak Akbar sebagai seniornya Gus Yahya. Untuk diketahui, Gus Yahya pernah aktif dan berkiprah di HMI pada saat mahasiswa di UGM Yogya. 

Diketahui, Yahya Cholil Staquf pernah menjadi Ketua Komisariat HMI di UGM dan Ketua HMI Cabang Yogyakarta. “Hafal benar tentang Nilai-nilai Dasar Perjuangan (NDP) HMI, karena saya pernah menjadi instruktur perkaderan di HMI,” tuturnya. 

Terakhir Gus Yahya mengatakan, beliau akan menjadwalkan untuk dapat berkunjung bersilaturrahmi balasan ke tempat pak Akbar Tandjung. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular