BerandaBERITAInspiratif! Tiga Sekawan di Tangerang Berani Buka Kedai Kopi di Tengah Pandemi

Inspiratif! Tiga Sekawan di Tangerang Berani Buka Kedai Kopi di Tengah Pandemi

Semenjak adanya Pandemi Covid-19 yang melanda dunia, bahkan Indonesia, membuat banyak para pebisnis kopi memilih untuk berhenti atau tutup dikarenakan faktor ekonomi yang dialami.

Namun, berbeda dengan tiga sekawan di Kabupaten Tangerang yang justru memberanikan diri untuk membuka usaha Coffee Shop yang telah dibangun sejak 2020 lalu.

Farizka Imanda, Herlambang Putra Ramadhan, dan Bayu Pratama sukses membuka usaha Coffee Shop bernama Tetes Coffee yang berlokasi di Jalan Raya Otonom Cikupa, Talagasari, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Berawal dari penikmat kopi sejak tahun 2016, Farizka Imanda mengaku, sudah sedari lama belajar dunia kopi sehingga memutuskan berani buka usaha Tetes Coffee bersama dua rekannya di September 2020.

“Karena sering ke tempat kopi lain jadi kita belajar lah otodidak, sampai akhirnya kita beranikan diri untuk buka usaha ini. Awalnya cuma angan-angan, hanya sekedar mimpi. Orang bilang gak akan mungkin karena usaha ini butuh modal yang banyak,” ujar Fariz, Koordinator Lapangan, saat ditemui di lokasi.

Meski tergolong baru, sejauh ini Tetes Coffee sudah berjalan dengan prospek yang cukup bagus dan kini telah memiliki dua barista sebagai karyawannya.

Selain karena penikmat kopi, Fariz dan dua temannya berniat ingin coba hal baru dengan membuka usaha, bukan lagi hanya sebagai penikmat.

“Dari rasa penasaran jadi timbul pengen coba, bukan hanya trend aja. Kalau kita beda prinsipnya,” ucapnya.

Saat mereka ingin serius membuka Tetes Coffee, Fariz telah lebih dulu belajar bagaimana cara mengoperasikan mesin kopi hingga cara meracik kopi. Ia bahkan sering ikut serta dalam competisi sebagai barista untuk mengasah keterampilannya dalam menyajikan kopi.

“Juara terus, tapi ada banyak hal yang harus diperbaiki buat Tetes Coffee supaya lebih berkembang lagi, mulai dari manajemen yang kita kelola apakah suka baik dan masih terus diskusi,” tambahnya.

Pemilihan jenis kopi berkualitas membuat para pecinta kopi betah untuk berkumpul dan menikmati meminum kopi di Tetes Coffee.

“Kita ngambil kopi masih sekitar Indonesia aja, mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, dan Aceh, tapi antusiasnya bagus,” tegasnya.

Farizka menambahkan, kesulitan finansial juga sempat dirasakan pada saat memulai usahanya.

“Kendala finansial dan SDM juga, pendapat kita bertiga pun gak mungkin sama jadi itu hal wajar,” kata Fariz.

Dari Tetes Coffee, Fariz berharap usahanya tidak hanya sekedar nama, namun dapat terus berkembang sesuai harapan di masa pandemi ini.

“Berharap bukan hanya sederhana, pengennya bakal besar, banyak cabang di Indonesia untuk selanjutnya,” harapnya. (RT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular