BerandaBERITAKrisis Makanan Saat Lockdown, Warga Xi'an Barter Gadget Dengan Nasi

Krisis Makanan Saat Lockdown, Warga Xi’an Barter Gadget Dengan Nasi

BEIJING – Warga kota Xi’an China yang tengah menjalani penguncian atau lockdown menukar barang-barang mereka dengan bahan makanan di tengah kekhawatiran akan kekurangan pangan.

Diketahui, sekitar 13 juta warga Xi’an telah dikurung di rumah mereka sejak 23 Desember. Langkah ketat itu dilakukan setelah wilayah itu melaporkan 52 kasus virus Corona baru pada Desember lalu.

Oleh karena itu, warga tidak diperbolehkan keluar rumah untuk membeli makanan, kecuali dengan alasan tertentu. Para pegawai negeri pun dikerahkan untuk mendistribusikan bantuan.

Namun, banyak di antara warga bersuara di media sosial. Mereka mengaku sudah kehabisan barang-barang pokok.

Pada Selasa (04/01), pemerintah China menempatkan Kota Yuzhou sejauh 500km dari Xi’an dalam status karantina ketat alias lockdown. Sebanyak 1,1 juta penduduk Yuzhou kini harus tetap berada di rumah.

Youzhou menutup sistem transportasi, toko-toko dan tempat-tempat hiburan. Hanya toko makanan yang diizinkan buka dan hanya petugas penanganan pandemi yang boleh keluar rumah. Sementara Kota Xian, provinsi di sebelum Yuzhou, telah berada dalam lockdown selama dua minggu.

Video dan foto di situs media sosial Weibo menunjukkan orang-orang menukar rokok dengan kubis, cairan pencuci piring dengan apel, dan pembalut dengan setumpuk kecil sayuran. Satu video menunjukkan seorang penduduk muncul untuk menukar konsol Nintendo Switch-nya dengan sebungkus mie instan dan dua roti kukus.

“Orang-orang bertukar barang dengan orang lain di gedung yang sama, karena mereka tidak lagi memiliki cukup makanan untuk dimakan,” kata seorang warga bermarga Wang kepada Radio Free Asia, Selasa (4/1/2022).

Media tersebut juga melaporkan seorang pria hendak menukar ponsel pintar dan gawai tab miliknya dengan nasi.

“Para warga yang tak berdaya telah tiba di era barter kentang ditukar dengan korek kuping,” sebut salah satu pengguna Weibo.

Pihak berwenang di Xi’an telah menyediakan makanan gratis untuk warganya, tetapi banyak yang menyampaikan keluhan di media sosial. Beberapa warga mengatakan persediaan makanan mereka hampir habis atau mereka belum menerima bantuan.

Namun, banyak penduduk berkeluh kesah serta meminta bantuan makanan di platform Weibo. Mereka mengklaim belum menerima paket bantuan gratis dari pemerintah.

“Saya dengar distrik lain menerima bantuan secara bertahap, tapi saya tidak menerima apapun. Kompleks kami melarang warga ke luar rumah. Saya memesan sembako secara daring empat hari lalu, tapi tidak ada tanda-tanda paket itu datang. Saya tidak mendapat sayur apapun selama berhari-hari,” sebut seorang pengguna media sosial Weibo.

Warganet lainnya berkata: “Pembagian sembako tidak rata. Distrik tempat saya berada belum dapat apa-apa. Kami diminta berkelompok dan memesan bersama. Harganya juga sangat mahal.”

Wabah terkini menyebabkan banyak orang yang meragukan kemampuan China dalam mempertahankan pendekatan nol kasus COVID menjelang Olimpiade Musim Dingin 2022 pada Februari.

China telah menyebut COVID sebagai “ancaman terbesar” dalam menyelenggarakan pesta olahraga tersebut. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular