Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Banten menggelar Seminar Wawasan Kebangsaan dan Istighosah dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional 2021.
Kegiatan hasil kolaborasi dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Serang tersebut digelar di Yayasan Al-Hikmah, Kampung Cimiung, Desa Pulo, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, pada Rabu (10/11/2021).
Ketua DPD Repdem Banten Ronald Adelius mengatakan, kegiatan tersebut digelar untuk menyentuh generasi muda, khususnya santri. Menurutnya, santri merupakan penerus bangsa. Bahkan ia mengingatkan, Indonesia sebelumnya juga pernah dipimpin oleh seorang ulama yaitu KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
“Kebetulan, santri-santri itu dalam sejarah Indonesia ini juga merupakan pejuang-pejuang kemerdekaan. Kita perlu melanjutkan pendidikan wawasan kebangsaan itu juga kepada yang muda-muda melalui santri,” tuturnya.
Ronald berharap dengan digelarnya Seminar Wawasan Kebangsaan tersebut, santri-santri di Indonesia, Banten khususnya, tetap memiliki semangat nasionalisme untuk meneruskan perjuangan-perjuangan pahlawan terdahulu.
“Kenapa NU? NU sebagai organisasi keagamaan yang tua sejak tahun 1920. Semangat santri dalam menjaga ke-Bhineka-an perlu dilanjutkan dengan cara (menggelar) seminar-seminar wawasan kebangsaan ataupun juga melalui komunikasi-komunikasi politik yang sifatnya tema-tema nasionalisme,” tambahnya.
Sementara, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PCNU Kabupaten Serang Muhyidin Arief mengapresiasi kegiatan Seminar Wawasan Kebangsaan yang digelar oleh organisasi sayap PDI Perjuangan tersebut.
“Seminar yang sungguh bagus sekali nih. Pendidikan kepada siswa utamanya untuk mencintai para pahlawan, terus untuk memupuk jiwa patriotik supaya kita rela berkorban. Kita harus bersama-sama mempertahankan dan mengisi kemerdekaan ini, yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan, jangan sia-sia,” ungkap Muhyidin Arief.
Ia menambahkan, Repdem Banten merupakan pahlawan-pahlawan masa kini yang mengajarkan kasih sayang, mengajak agar mengisi kemerdekaan dengan belajar, serta mengajak akan kedamaian. Sehingga perlu disambut dengan tangan terbuka.
“Karena mereka mengajarkan kasih sayang. Mereka juga mengajak supaya kita mengisi kemerdekaan ini dengan giat belajar. Mereka ke sini membawa kedamaian. Harus kita (sambut) terbuka lebar dan kita harus menyambut bahwa mereka ini adalah pahlawan-pahlawan masa kini. Artinya dengan toleransi dan kebersamaan kita menjadi kuat,” tandasnya.





