Gubernur Provinsi Banten, Wahidin Halim menghadiri sekaligus membuka acara pada kegiatan Pendidikan dan Pelatihan calon Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Khusus (SKh) di Lingkungan Pemerintahan Provinsi Banten.
Diklat tersebut dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten ini bekerjasama dengan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BPPMPV) Bisnis dan Pariwisata Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
Dalam arahannya, Wahidin Halim menyampaikan bahwa calon kepala sekolah harus dilatih untuk memegang prinsip-prinsip kepemimpinan, berwirausaha, berinovasi dan berkreativitas.
“Calon kepala sekolah harus dilatih untuk leadership, prinsip-prinsip kepemimpinan, berwirausaha, berinovasi, dan berkreativitas,” ucapnya.
Di samping itu, Wahidin menyinggung terkait tunjangan kinerja guru yang saat ini sudah naik , juga administrasi kenaikan pangkat guru yang dinilai lancer. Wahidin menyampaikan untuk tidak ada suap atau pemotongan. Demikian pula dengan insentif senilai Rp. 500 ribu guru yang diberikan kepada guru swasta.
“Saat ini tunjangan kinerja para guru sudah naik. Administrasi kenaikan pangkat para guru sudah lancar, tidak boleh ada suap ataupun pemotongan. Untuk guru sekolah swasta juga diberikan insentif Rp 500 ribu per bulan,” sambungnya.[]



