BerandaBERITASebanyak 40 Persen Pengadaan Barang dan Jasa Diminta untuk Pelaku UMKM Lokal

Sebanyak 40 Persen Pengadaan Barang dan Jasa Diminta untuk Pelaku UMKM Lokal

CILEGON – Pelaku UMKM di Kota Cilegon kini terus bermunculan. Terbaru para ibu rumah tangga juga turut serta menjadi pelaku UMKM lantaran pandemi dan untuk membantu suami.

Munculnya ibu-ibu yang terjun menjadi pelaku UMKM mendapat dukungan dari Walikota Cilegon, Helldy Agustian.

Helldy meminta kepada para pelaku UMKM agar memiliki ciri khas.

“Ini dilakukan agar produk – produk UMKM kita mudah dikenali oleh publik yang berasal dari luar kota. Kalau sudah memiliki ciri khas Cilegon, produk UMKM kita akan dikenal secara nasional,” pinta Helldy pada kegiatan seminar tentang koperasi dan pelaku UMKM yang mengambil tema ‘Peran Koperasi Perempuan sebagai Wadah UMKM Bertahan di Era Pandemi’ yang bertempat di Gedung Pertemuan PT. Krakatau Tirta Industri, Jumat (29/10).

Helldy sangat mengapresiasi UMKM yang didirikan ibu-ibu rumah tangga tersebut.

“Kalau lihat produknya cukup menjual dan berharap UMKM Cilegon dapat berkembang dan produknya bisa kompetitif,” tuturnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Diskop UMK, Rasmi Widyanti menuturkan, pengadaan barang dan jasa di Pemerintah, BUMN dan Industri 40% harus dikerjakan UMKM dan Koperasi.

“Kita harus membuat koperasi berdaya, UMKM berdaya untuk bekerja sama dengan minimarket, Dinas Koperasi dan UMK akan mempermudah dalam perizinan dan juga mutu produk harus ditingkatkan sehingga UMKM Kota Cilegon dapat berkembang. Dan nantinya juga pengadaan di pemerintah, BUMN dan Industri, 40% nya harus dikerjakan UMKM dan Koperasi,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pusat Inkubator Wirausaha dan Klinik UMKM (PIWKU) Kota Cilegon, Laura Irawati menjelaskan, dirinya akan melakukan kerjasama yang melibatkan pemerintah, industri, perguruan tinggi dan komunitas UMKM.

“Dengan dilakukannya kerja sama pihak pemerintah dan industri dapat menciptakan peluang pada Koperasi dan UMKM. Koperasi yang isinya adalah para pelaku UMKM dan perempuan para pelaku UMKM yang rata-rata ibu rumah tangga. Dengan adanya koperasi, mereka bersama lebih bisa bergotong-royong saling membantu tidak hanya berpikir bagaimana memarketingkan menjual produknya,” jelasnya.

“Bersama-sama kita buat sebuah usaha yang bisa dipakai di pengadaan barang jasa pemerintah yang contohnya seperti katering, kemudian pengadaan baju dan segala macam yang sebenarnya itu dapat diakses UMKM dan koperasi,” sambungnya. (mam)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular