BSSN coba mewariskan nilai-nilai perjuangan serta pengabdian yang dimiliki oleh para pejuang persandian kepada generasi muda melalui sebuah buku yang berjudul “Offline to Online, 75 Tahun Siber dan Sandi Mengabdi”.
Lahirnya buku ini, atas inisiasi Kepala Badan Siber dan Sandi Negara, pada pertengahan tahun 2020, yang mengatakan perlu adanya sebuah dokumentasi untuk menghargai peran dan jasa para pejuang persandian.
Hal itu dilakukan, mengingat perkembangan yang pesat pada saat ini tak lepas dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan di masa lalu. Adanya peran persandian di masa lalu adalah bentuk pengabdian kepada negara melalui pengamanan berita rahasia yang jarang tersentuh oleh buku sejarah.
Sebelumnya, upaya mendokumentasikan perkembangan persandian Indonesia pernah dilakukan dan disusun menjadi sebuah buku yang berjudul “Sejarah Persandian Republik Indonesia” pada tiga dekade yang lalu.
Selain itu, kisah pengamanan informasi perjuangan bangsa Indonesia yang pernah ada selama ini terjaga tidak terungkap, dibahas oleh pegiat sejarah secara live dari Museum Sandi di Yogyakarta.
Kisah perjuangan insan persandian yang telah mempertaruhkan jiwa dan raga demi tegaknya kedaulatan bangsa Indonesia dikemas dalam bentuk persembahan spesial bertajuk “SiberminBaPer ‘KITA & KISAH yang Pernah Ada’”, pada Jumat (27/8), pukul 19.30.
“SiberminBaPer ‘KITA & KISAH yang Pernah Ada’” menghadirkan narasumber Kepala BSSN Hinsa Siburian, Juru Bicara BSSN Anton Setiyawan, serta pegiat sejarah sekaligus YouTuber Kisah Tanah Jawa, Om Hao. Sisi lain dari perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan tersebut dapat disaksikan melalui kanal Youtube Badan Siber dan Sandi Negara.



