Di masa PPKM Darurat, berdasarkan data Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Lebak terdapat 55 orang warga Lebak yang meninggal karena Covid-19.
Menanggapi hal ini Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Lebak, dr. Firman Rahmatullah mengatakan bahwa yang meninggal itu bukan di wilayah Lebak saja. Melainkan warga Lebak yang meninggal di luar Lebak.
“Orang Lebak ini mobilitasnya tinggi, ada yang di Jakarta dan ada yang di Tangerang. Dan untuk warga Lebak yang meninggal di Tangerang, tapi KTP Lebak, akan di bawa ke Lebak. itu tercatat sebagai kasus kematian,” katanya kepada Sultan TV.
Untuk saat ini kasus Covid-19, di Kabupaten Lebak total meninggal mencapai 154 orang per tanggal 20 Juli 2021.
Firman juga menjelaskan angka meninggal karena Covid-19 di yang tinggi Kabupaten Lebak per harinya disebabkan karena ada pengumpulan data.
“Hasil dari PCR Rumah Sakit itu, misalnya data hari kemarin, datanya ada lima belas, dari data lima belas itu. Tidak mencerminkan hari kemarin, tapi ada data beberapa hari kebelakang,” kata Firman.
Lanjut Firman, dari data tersebut menyebabkan akumulasi karena sempat hari libur. Karena adanya akumulasi ini menyebabkan data dilaporkan dalam satu hari. Jadi dalam satu hari, korban meninggal tidak sebanyak itu.(AL)





