More

    300 Meter Jalan Nyapah Batal Dibangun

    SERANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten membatalkan pembangunan akses jalan Nyapah-Silebu sepanjang 300 meter dari rencana awal sepanjang 2,6 Km menelan anggaran Rp18,222 Miliar dari APBD Provinsi Banten tahun anggaran 2023 dan dikerjakan PT Adikarya Putra Cisadane.

    Proyek pembangunan tersebut sempat terhenti karena ada penolakan dari warga yang meminta ganti rugi untuk lahan yang terdampak pembangunan tersebut.

    Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, Arlan Marzan mengatakan pembangunan tidak dapat dilaksanakan secara keseluruhan. 

    Hal itu, dikarenakan ada yang klaim dari masyarakat. Padahal menurutnya, jalan tersebut merupakan pelimpahan dari Pemerintah Kota (pemkot) Serang. 

    “Klaimnya masyarakat kan tanahnya belum dibebasin. Kita mah pokoknya kan itu pengalihan dari Kota Serang, nanti secara aset yang kita minta pertanggungjawaban terhadap dokumen ya di Pemkot Serang,” ujarnya, Selasa (9/7).

    “Berapa sih luasan ruas jalan itu, berapa meter persegi dia. Kan tinggal kita bagi panjang jalan aja, selesai. Saat ini yang di lewat (pembangunannya, red) itu kalau tidak salah sekitar 300 meter yang kita lewat,” sambungnya.

    Sementara pembangunan jalan akses Nyapah-Silebu yang tidak dipermasalahkan warga tetap dilaksanakan. Sebab, menurutnya dalam pembangunan jalan tersebut harus tanpa adanya penolakan oleh masyarakat sekitar.

    “Karena kita juga pengen pembangunan berjalan kondusif tidak ada penolakan dari warga. Terkait aset lahannya nanti kita koordinasi dengan Pemkot Serang. Nanti pemkot koordinasi dengan masyarakat.  Termasuk dengan perubahannya lah,” katanya.

    Saat ditanya soal apakah ada upaya penyesuian pembangunan jalan yang akan dibangun sesuai luasan jalan sebelumnya, Arlan mengaku bahwa jalan yang dipermasalahkan oleh masyarakat itu bukan saja lahan sisi kanan dan kiri yang diduga melebar dari jalan awalnya. 

    Dirinya menjelaskan, bahwa yang diklaim oleh warga ialah seluruh luasan jalan tersebut atau bisa dikatakan, jalan yang ada merupakan jalan milik pribadi, meski jalan itu sudah merupakan akses jalan kota yang telah dibangun lama.

    “Terakhir, masyarakat yang lokasi 300 meter, itu (mengaku, red) semua jalan itu masih tanah dia. Semua (ruas jalan, red), jadi nggak ada jalan negara jalan itu (untuk 300 meter yang dilewati pembangunannya, red). Padahal itu sampai kapanpun mengajukan ke BPN, kalau memang fisiknya jalan sudah tidak akan disertipikat. Dan pemkot sudah membangun,” jelasnya.

    “Kalau eksisting jalan selebar empat meter, dan dilihat secara visual ada drainase serta TPT jadi kurang lebih enam meter lebarnya. Kalau kita (Pemprov Banten, red) jalan provinsi batas kita ada namanya ruang milik jalan, itu diundang-undang jalannya bilang, ruang milik jalan itu sampai dengan bangunan pelengkap,” sambungnya.

    Menurutnya, jalan itu sudah merupakan aset milik Pemkot Serang yang diserahkan ke pihak Pemprov Banten. Namun, saat adanya penolakan pembangunan jalan yang dilakukan masyarakat, pihaknya menunda untuk sementara hingga adanya kejelasan dan kepastian kepemilikan jalan tersebut. 

    “Dan itu sudah aset pemkot, pada saat penyerahan ke provinsi sudah jelas KIB(Kartu Identitas Barang) -nya berapa meter. Jadi kita serahkan ke pemkot lah (penyelesaian dokumennya, red), kita koordinasikan kalau belum ada kejelasan ya kita pending dulu sampai dengan ada kepastian itu,” ucapnya. 

    Arlan menegaskan kalau Dinas PUPR Banten tidak memiliki dan tidak menganggarkan anggaran untuk pembebasan lahan jalan tersebut. 

    “Saya bilang nggak ada (anggaran pembebasan, red) pada saat audiensi juga saya bilang,  tidak ada anggaran pembebasan lahan. Clear itu mah udah,” tegasnya.

    “Kalau permohonannya yang beredar di masyarakat, itu minta Rp500 ribu permeter. Dan kita tidak ada anggarannya untuk itu (pembebasan lahan jalan, red),” tambahnya.

    Artikel Terkait

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Stay Connected

    0FansSuka
    16,400PengikutMengikuti
    43,700PelangganBerlangganan
    - Advertisement -

    Artikel Terbaru