BerandaBERITATagih Janji Walikota, Pedagang Pasar Induk Jatiuwung Tangerang Nekat Buang Dagangan

Tagih Janji Walikota, Pedagang Pasar Induk Jatiuwung Tangerang Nekat Buang Dagangan

TANGERANG – Sebagai bentuk protes kepada kebijakan Pemkot Tangerang, para pedagang di Pasar Induk Buah dan Sayur Jatiuwung, Kota Tangerang membuang dagangannya ke jalan, Senin (3/1/2022). Hal ini dikarenakan para pedagang Jatiuwung merasa resah atas masih berlangsungnya kegiatan perdagangan di Pasar Induk Tanah Tinggi kota Tangerang.

“Kami meminta kepastian statement yang sudah dikeluarkan sama pak Walikota di 2018, bahwa Pasar induk Tanah Tinggi Kota Tangerang tidak di perpanjang izinnya. Ternyata sampai sekarang kami menghuni disini belum ada realisasinya,” ujar Ade Safiudin Pedagang Cabe.

Atas pernyataannya itulah maka para pedagang Pasar Induk Tanah Tinggi membeli lapak di Pasar Jatiuwung yang baru akan di bangun pada saat itu, karena takut tak kebagian tempat dan tak bisa berdagang. Namun kenyataannya, sejak Pasar Induk Jatiuwung ini di buka hingga saat ini, Pasar Induk Tanah Tinggi masih tetap beroperasi.

Para pedagang Pasar Induk Jatiuwung sebagian besar memang berasal dari para pedagang pasar Induk Tanah Tinggi. Kini usaha mereka menjadi terkendala karena para langganan dan pembeli menjadi terpecah Dua. Tentu saja hal ini sangat berpengaruh terhadap penghasilan mereka.

“Sampai kini kita sudah menderita. Kami pengen ada kepastian dari pihak Pemerintah kalau satu kota harus ada satu pasar induk. Tidak boleh ada dua pasar induk karena yang dirugikan itu pihak pedagang,” tambahnya.

Ade menambahkan, para pedagang yang bertahan disini sudah mengalami kerugian yang cukup besar. Lantaran, dagangan yang dijual tidak laku dan harus segera dibuang agar tidak busuk.

Untuk kerugian tidak bisa dinominalkan, kerugian waktu, dan tenaga. Kami bertahan juga gali lobang tutup lobang. Kalau boleh jujur hutang kami udah seleher ngebelain pasar disini. Dan kami gak tau kedepannya harus gimana lagi,” katanya.

“Karena dagangan kita bukan dagangan awet, tapi dagangan yang sehari atau dua hari sudah tidak layak jual. Karena yang busuk sudah pasti tidak bisa dijual,” tambahnya. (RT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular