Suku Wodaabe Miliki Tradisi Unik Mencuri Istri dan Suami Orang

Setiap negara pasti terdiri dari berbagai suku, tidak hanya di Indonesia, negara seperti Afrika juga memiliki banyak suku dengan keunikannya tersendiri. Namun kali ini yang akan kita bahas adalah suku Wodaabe. Suku Wodaabe ini memiliki tradisi unik yang mungkin bisa membuat kamu geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak? Suku Wodaabe memiliki tradisi unik dimana memperbolehkan mencuri istri atau suami orang lain

Hasil gambar untuk Suku wodaabe

Suku Woodaabe adalah suku yang selalu berpindah-pindah tempat tinggal atau yang disebut dengan nomaden. Suku ini kerap melakukan perjalanan dari pesisir timur ke pesisir barat Afrika.Sepanjang tahun, mereka akan berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk mendapatkan lahan yang nyaman.

Suku Wobaaden melakukan kompetisi atau kontes kecantikan yang di lakukan oleh para pria yang sudah dewasa, tidak peduli sudah menikah atau tidak. Pemenangnya akan memiliki hak untuk memilih wanita yang diinginkan meski wanita itu istri orang lain.

Hasil gambar untuk Suku wodaabe

Sejak kecil suku Wodaabe telah dinikahkan secara tradisi, pernikahan pertama yang mereka alami harus diantara sepupu yang seumur. Pada saat beranjak dewasa, barulah mereka mencari wanita lain yang akan dijadikan pendamping hidup sebenarnya. Wanita lain yang dimaksud adalah wanita yang telah menikah menurut tradisi, karena itulah festival ini disebut festival mencuri istri. Dalam Festival mencuri istri ini, para pemuda Wodaabe akan berdandan setampan mungkin dan akan menari dan bernyanyi untuk bisa menarik perhatian perempuan muda sehingga bisa mengajaknya menikah.

Selain para pria diperbolehkan mencuri istri orang lain. Pihak wanita juga boleh mencuri suami orang lain. Wanita yang dianggap paling cantik boleh meminta siapa saja jadi suaminya. Seorang wanita di suku ini bisa memiliki lebih dari suami kalau dia memang suka. Jadi, menjadi paling cantik atau tampan di suku ini adalah hal paling penting sedunia.

Namun ada efek negatif dalam tradisi ini, karena kerap menimbulkan erselisihan antara isteri muda dan istri tua, karena wanita yang dicuri harus hidup bersama suami barunya dan meninggalkan keluarga lamanya tidak terkecuali anaknya sendiri. Hal tersebut membuat hubungan antara ibu dan anak tidak terlalu kuat.

Inilah tradisi unik mencuri istri atau suami dari suku Wodaabe. Meski mereka hanya suku nomaden, masyarakat Wodaabe menjunjung tinggi keindahan tubuh dan penampilan.[]

(Visited 14 times, 1 visits today)

About The Author

Baca Juga

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.