Sore Ini Gelar Perkara Kasus Video Syur Mirip Gisel Diputuskan

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya menaikkan status laporan polisi video syur mirip artis Gisella Anastasia (GA) ke tahap penyelidikan. Penyidik saat ini tengah fokus melakukan gelar perkara untuk menentukan langkah selanjutnya dalam mengungkap kasus tersebut.

“Sekarang sudah lengkap bisa diangkat ke penyelidikan ke penyidikan melalui mekanisme gelar perkara,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus seperti dikutip dari Jawapos.com, Kamis (12/11/2020).

Yusri belum merinci hasil gelar perkara. Saat ini, pihaknya masih menunggu penyidik bekerja menuntaskan kasus.

“Sore ini mudah-mudahan ada hasil gelar perkara. Ini gelar perkara kalau seluruh unsur memenuhi naik ke tingkat penyidikan,” jelas Yusri.

Yusri mengatakan akan menyelidiki pelaku yang pertama kali menyebarkan video mesum GA. Yusri meminta agar masyarakat tidak mempublikasikan lebih luas.

Sebelumnya, APMI membuat laporan polisi atas kasus viralnya video panas mirip artis Gisela Anastasia. Laporan tersebut teregister dengan Nomor: TBL/6608/XI/Yan.2.5/2020/SPKT PMJ tanggal 7 November 2020.

Pengacara Pitra Romadoni Nasution juga membuat laporan terhadap kasus video mirip GA itu ke Polda Metro Jaya. Laporan teregister dengan nomor LP/6614/XI/YAN/SPKT.PMJ tanggal 8 November 2020. Adapun pasal yang dijeratkan dalam dua laporan itu yakni Pasal 27 Jo Pasal 45 UU ITE dan atau Pasal 8 Jo Pasal 34 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Sementara itu, pakar telematika Roy Suryo mendeteksi pelaku dalam video mirip GA yang viral di media sosial. Roy Suryo membandingkan wajah GA dengan wajah perempuan pemeran video berdurasi 19 detik.

“Untuk menguji keaslian foto atau video, kita menggunakan software face comparator, membandingkan secara matrix bagian per bagian dari wajah di video atau foto dengan sample asli dari subject,” ujar Roy Suryo seperti dikutip PojokSatu (Jawa Pos Group), Kamis (12/11/2020).

Menurut Roy, perbandingan tersebut akan menemukan sampai prosentase berapa persen dan sekaligus juga bisa diuji dengan metode mixed antar dua wajah yang bersangkutan. Hasilnya, kata Roy Suryo, pipi Gisel dengan pipi pemeran video berbeda. Tingkat kemiripan Gisel dengan wanita dalam video itu masih di bawah 75 persen. Kemiripannya hanya sekitar 72-74 persen.

Roy Suryo meminta semua pihak untuk tetap mengedepankan azaz praduga tak bersalah. Sebab, pemeran video 19 detik yang membuat heboh jagad maya belum tentu Gisel. “Dalam kasus video 19 detik mirip artis GA (Gisella Anastasia) saya tetap imbau kedepankan azaz praduga tidak bersalah,” katanya.

Sebab, kata Roy Suryo, ada banyak cara untuk mengedit dan menggantikan wajah seseorang di dalam sebuah video. “Sekarang ini sudah banyak juga software yang bisa memanipulasi wajah seseorang dalam video, seperti DeepFake, ReFace, dan sebagainya,” kata Roy Suryo.

Roy Suryo mengingatkan hukuman pidana bagi para penyebar video. Pelakunya bisa dijerat UU Nomor 19/2016 pengganti UU nomor 11/2008 tentang ITE. Lain halnya dengan Roy Suryo, pakar telematika Abimanyu menyebut ada tanda wajah yang bisa menjadi bukti untuk mengusut video mirip Gisel.

Gisel sudah angkat bicara perihal ini. Ia mengaku bingung dan sedih.

“Sudah bukan kali pertama ya kena di aku. Sebenarnya sedih, cuma ya nggak apa-apa, dihadapi aja,” jelas pemilik nama lengkap Gisella Anastasia itu melalui pesan singkat seperti dikutip dari Detik.com.

Menyebarkan video porno bisa dijerat dengan Pasal 45 ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Bunyi pasal tersebut:

‘Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar’. (sultantv-01)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.