BerandaBERITASebanyak 22 Ribu Pelaku UMKM Belum Memiliki Izin Lengkap

Sebanyak 22 Ribu Pelaku UMKM Belum Memiliki Izin Lengkap

CILEGON – Para pendamping pelaku UMKM mendapatkan wejangan dari Wakil Walikota Sanuji Pentamarta dalam pelatihan untuk para pendamping pelaku UMKM yang digelar di salah satu hotel di Kota Cilegon, Kamis (17/3).

Dalam kesempatan itu, Sanuji mengatakan, pendamping UMKM harus memiliki jiwa berwirausaha.

“Pendamping itu harus benar-benar mengerti dunia wirausaha. Jangan asal saja. Harus dengan orang yang memiliki jiwa wirausaha dan mempunyai semangat untuk berwirausaha,” ucapnya.

Kata dia, pendamping tersebut memiliki peran untuk mengubah mindset atau pola pikir bagi para pelaku UMKM agar dapat semakin maju dan berkembang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sanuji menuturkan, jika UMKM Kota Cilegon cukup kreatif.

“Perlu saya sampaikan bahwa para pelaku UMKM di Cilegon ini cukup kreatif hanya saja penjualan produknya yang kurang, oleh sebab itu perlu adanya pusat UMKM agar penjualan produk UMKM Cilegon ini dapat naik secara signifikan,” tuturnya.

Selain itu, Sanuji menambahkan, masih terdapat 60 % pelaku UMKM yang belum memiliki ijin yang lengkap.

“Saat ini untuk pelaku UMKM yang sudah memiliki izin yang lengkap baru mencakup 40%, masih terdapat 60% lagi UMKM yang belum memiliki izn lengkap dari 22.000 pelaku UMKM di Kota Cilegon,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Sanuji minta kepada pendamping UMKM agar dapat membantu para pelaku UMKM dalam mengurus perizinan, terutama izin usaha mikro yang dari kementerian, karena izin usaha mikro dari kementerian itu bisa dilakukan secara online.

“Jadi pendamping harus membantunya, dikhawatirkan ada pelaku UMKM yang tidak tahu tata caranya,” tuturnya.

Sanuji berharap, pendamping UMKM dapat memecahakan problematika pelaku UMKM di Kota Cilegon.

“Semoga pendamping UMKM ini merupakan orang-orang pilihan yang bisa berbisnis. Agar ketika mendampingi pelaku UMKM mereka bisa lebih nyambung dan dapat memecahkan problematika atau permasalahan dari pelaku UMKM itu sendiri,” ungkapnya.

Sanuji juga berpesan, agar pendamping dapat menjalankan tugas secara profesional.

“Saya berpesan kepada para tenaga pendamping agar mau belajar dan mampu meningkatkan kemampuannya sebagai tenaga pendamping yang profesional, terlebih dapat menjadi seorang fasilitator dan pendamping sebagai partner koperasi dan UMK,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMK Kota Cilegon, Agus Ubaidillah mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pendamping dalam mengelola UMKM di Kota Cilegon.

“Tujuan dari pelatihan ini yaitu sebagai sarana dalam mengembangkan kemampuan pendamping untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing UMKM Kota Cilegon agar supaya dapat tumbuh menjadi usaha dengan skala yang lebih besar,” pungkasnya. (mam)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular