SultanTv – Ketua Yayasan Keadilan Masyarakat, Ferdinand Hutahaean mengatakan, ajang Formula E di Jakarta yang ditargetkan berlangsung pada Juni 2022 oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan syarat akan kepentingan politik.
“Saya melihat, kalau dikatakan (Formula E) tidak ada kepentingan kepada (Pilpres) 2024, ya, logika saya tidak bisa menerima itu,” ujar Ferdinand saat menjadi narasumber program talkshow BoengKar Insight di SultanTV, yang dipandu pengamat politik Karyono Wibowo, pada Sabtu (25/9/2021).
Menurut Ferdinand, yang dilakukan Anies terkait Formula E syarat akan kepentingan politik. Terselanggaranya Formula E yang berskala internasional, secara tidak langsung akan mengangkat nama Anies secara internasional.
“Tetapi saya menilai, ya, di balik ini memang motifnya adalah politik. Dengan memperalat jabatannya, sehingga bisa mengalokasikan anggaran untuk kepentingan politik beliau ke depan,” ungkapnya.
Di kesempatan yang sama, Ferdinand juga mengkritisi alasan Anies yang mengatakan Formula E untuk mengenalkan nama Jakarta dan Indonesia di mata dunia. Dikatakannya, hal itu tidak bisa diterima akal sehat.
“Jakarta dan Indonesia, kan, bukan (provinsi dan) negara kecil yang baru lahir. Dari jaman dulu, sebelum merdeka pun, Indonesia sudah dikenal dunia,” timpalnya.


