Kepengurusan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kota Cilegon akan segera dikukuhkan.
Wakil Ketua Pergunu Kota Cilegon Hilman Setiaji mengatakan, Pergunu ini merupakan organisasi keguruan dibawah organisasi Nahdlatul Ulama (NU).
“Insya Allah Pergunu Cilegon sekarang sedang konsolidasi untuk menggelar pengukuhan pengurus”, katanya kepada wartawan, Senin (11/10).
Menurutnya, untuk di tingkat provinsi sudah ada, yaitu Pergunu Provinsi Banten.
“Alhamdulillah di Cilegon akan segera menyusul”, ujar Hilman.
Kata dia, kehadiran Pergunu Cilegon merupakan keterpanggilan sebagai seorang NU untuk menghimpun para guru yang memang berbasis NU.
“Semoga kehadiran Pergunu bisa memberikan kontribusi terhadap dunia pendidikan (Islam) di Kota Cilegon”, imbuh Hilman lagi.
Ketua Pergunu Kota Cilegon Suraji, ketika dikonfirmasi kapan akan dilaksanakan pengukuhan, ia belum bisa memastikan.
“Kita sudah menghadap Pak Wali pada pekan lalu. Tapi belum ada kepastian dari beliau.” ujar Suraji.
Menurut Suraji, berdasarkan audiensi dengan Walikota, Walikota minta waktunya di atas tanggal 16 Oktober 2021. Ini dikarenakan beliau pada pekan ini diperkirakan masih d luar kota sampai 16 Oktober 2021.
“Yah nanti akan dikabarkan kembali waktunya,” tandasnya.
Lebih lanjut kata Suraji, hadirnya Pergunu Cilegon salah satunya memang untuk mendorong agar guru-guru yang terhimpun didalam Pergunu Cilegon atau berbasis NU bisa sejahtera.
“Tujuan adanya Pergunu Cilegon diantaranya untuk menanamkan dan mempertahan kan nilai nilai tawazun dan tawasut kepada peserta didik dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara.
Kemudian untuk mendorong guru2 yang berbasis NU agar hidupnya sejahtera dalam bentuk profesi ataupun usaha mikro,” tandasnya.
Namun ketika ditanya soal data jumlah guru berbasis NU, Suroj mengaku belum bisa memastikan berapa jumlahnya.
“Yang pasti,kalau guru madrasah itu pasti NU,” imbuhnya.
Diketahui, berdasarkan informasi Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kota Cilegon, guru madrasah Diniyah berjumlah sekitar 2.500 orang. Belum lagi ditambah dengan jumlah guru madrasah ibtidaiyah dan madrasah Tsanawiyah. (mam)




