SERANG, Sultantv.co – Arus pemudik yang melintasi wilayah Kota Serang terpantau dalam kondisi aman dan terkendali. Kepadatan sempat terjadi dua hari sebelumnya, namun kini jumlah kendaraan yang melintas mulai berkurang.
Kanit Kamsel Satlantas Polresta Serang Kota, Ipda Rudi Supriyadi mengatakan, lonjakan pemudik sempat mencapai ribuan kendaraan pada malam hari.
Meski demikian, perjalanan para pemudik tetap berjalan lancar tanpa gangguan berarti.
“Untuk saat ini relatif aman, hanya satu dua pemudik yang melintas. Kalau dua malam sebelumnya memang cukup ramai, tapi masih terkendali,” ujarnya saat ditemui di Pos Pelayanan Terpadu Disperindag Banten di Kota Serang, Jalan Raya Serang–Jakarta, Kamis, 19 Maret 2026 malam.
Pemantauan arus lalu lintas dilakukan di sejumlah titik, di antaranya Terminal Pakupatan, kawasan Patung, jalur arteri, hingga Alun-alun Kota Serang. Petugas disiagakan untuk mengurai kepadatan jika terjadi penumpukan kendaraan.
Menurut Rudi, titik yang sempat mengalami kepadatan berada di jalur arteri dan kawasan Patung. Aktivitas masyarakat di Alun-alun juga turut memengaruhi arus kendaraan, terutama saat berlangsungnya kegiatan Banten Creative Festival beberapa waktu lalu.
“Kalau ada kemacetan, anggota langsung bergerak untuk mengurai di lapangan,” katanya.
Sejauh ini, kata dia, tidak ditemukan pelanggaran mencolok dari pemudik, termasuk kendaraan roda dua yang membawa muatan berlebih. Kondisi di lapangan masih dalam batas wajar.
Petugas mengimbau pemudik tetap berhati-hati selama perjalanan serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum digunakan. Di sisi lain, layanan bagi pemudik juga disiapkan di pos pelayanan terpadu.
Sementara itu, Staf Jasa Raharja, Risa Puspita menjelaskan, pihaknya berkolaborasi dengan kepolisian untuk memantau arus kendaraan sekaligus memberikan fasilitas bagi pemudik.
Di pos tersebut tersedia layanan pengecekan kendaraan roda dua secara gratis, termasuk penggantian oli. Tersedia pula fasilitas kamar mandi portable, ruang istirahat, ruang relaksasi, hingga makanan dan minuman bagi pemudik.
“Pemudik bisa istirahat di sini, ada juga ruang khusus dan musala. Untuk kendaraan roda dua juga bisa dicek gratis,” kata Risa.
Menurutnya, tahun ini menjadi kali pertama penyediaan fasilitas pos pelayanan dengan layanan yang lebih lengkap di wilayah tersebut. Sebelumnya, layanan serupa sudah ada namun belum merata di setiap titik.
Pos pelayanan ini juga dimanfaatkan pemudik untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.
Petugas berharap keberadaan fasilitas tersebut dapat membantu kenyamanan sekaligus keselamatan pemudik selama perjalanan mudik.
Selain layanan istirahat, Jasa Raharja juga memberikan perlindungan bagi korban kecelakaan lalu lintas. Santunan diberikan sesuai ketentuan, baik untuk korban luka-luka maupun meninggal dunia, dengan proses diawali laporan kepolisian.
Risa menyebut, pemudik yang mengalami kecelakaan akan mendapatkan jaminan perawatan di rumah sakit, sementara santunan bagi korban meninggal diberikan kepada ahli waris.
“Untuk luka-luka maksimal dijamin sampai Rp20 juta, dan untuk meninggal dunia sebesar Rp50 juta kepada ahli waris,” ujarnya. (Red/ RG)




