SERANG – Dalam menangkal paham radikalisme dan terorisme yang menyebar di kalangan remaja, ikatan pencak silat Pagar Nusa yang berafiliasi terhadap Nahdatul Ulama (NU), terus berkomitmen menjaga serta merawat keberagaman dari berbagai ancaman termasuk terorisme dan paham radikal.
Ketua umum Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Provinsi Banten, Mohamad Nasir mengatakan, pihaknya menekankan paham moderat di dalam beragama, sehingga mampu mengintervensi paham radikal anti keberagaman maupun radikalisme.
“Mendorong pencegahan paham radikalisme dan terorisme melalui kearifan lokal. Sebab kearifan lokal yang berada di tengah masyarakat dapat mereduksi paham tersebut,” ujar Mohamad Nasir dalam talkshow Bincang Hari Ini di kanal youtube Sultan Tv, Selasa, (22/2/2022).
Dia menilai kearifan yang telah mengakar di tengah masyarakat Banten dan provinsi lain sarat akan nilai agama, budaya, dan kebangsaan. Sehingga diyakini dapat mereduksi paham-paham yang bertentangan dengan konsensus bangsa seperti paham terorisme ataupun radikalisme.
“Mari kita menjadi orang-orang yang menangkal paham radikalisme. Kita harus membantu pemerintah menangkal paham radikalisme dan menjadi amal ibadah yang dicatat sebagai kebaikan,” tuturnya.
Salah satu kearifan lokal yang dimaksud adalah melalui pencak silat. Latihan silat yang diberikan kepada para anggotanya tidak hanya sebagai ketahanan fisik saja, tetapi juga melatih mental, kesabaran. “”Kami melatih pencak silat karena ilmu bela diri ini sudah diakui dunia akan kekuatannya dan merupakan warisan bangsa,” tuturnya.
Tugas pokok lainya yaitu menjaga keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Setiap mereka yang memutuskan bergabung untuk mengabdikan diri di Pagar Nusa, baiatnya adalah komitmen untuk setia terhadap jamaah, kiai dan ulama, serta bangsa.
“Pagar Nusa itu artinya pagarnya NU, pagarnya bangsa. Dalam hal ini pagar NU adalah pagarnya jam`iyah yang otomatis punya tanggungjawab dan setia terhadap para ulama dan kiai, berkhidmah untuk melakukan penjagaan pada beliau-beliau,” katanya.
Mohamad menambahkan bahwa terlibat dalam Pagar Nusa bukan sekadar mengurus ilmu bela diri saja, melainkan juga melestarikan budaya-budaya para ulama mulai dari wirid, akhlakul karimah, hingga kecintaan pada negara dan jam`iyah NU. []





