SERANG – Badai Pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali meresahkan masyarakat Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi dunia. Sebelumnya, dalam berapa bulan terakhir bermunculan kabar PHK oleh berbagai perusahaan dan startup besar.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten, Septo Kalnadi mengatakan, badai PHK akan terjadi pada sektor bisnis yang tengah menurun drastis, yakni garmen dan alas kaki. Menurutnya, kedua sektor itu tengah mengalami penurunan orderan hingga 50 persen.
“Sebab, kedua sektor itu mengandalkan ekspor ke Eropa dan Amerika Serikat, sementara kedua negara itu tengah mengalami penurunan ekonomi,” ujar Septo dalam talkshow Bincang Hari Ini, Jumat (28/10/2022).
Ia menyebutkan, penurunan ekonomi dan inflasi dunia dikarenakan mayoritas negara di Eropa yang merupakan konsumen dari produk Indonesia, terkena krisis dan konflik antar negara.
“Adanya penurunan ekonomi disebabkan karena pabrik di Banten (alas kaki) mengalami kehilangan buyer dari luar karena Eropa menghadapi krisis,” katanya.
Meski demikian, ia mengatakan, penurunan ekonomi saat ini tidak separah pada saat wabah Covid-19 pertama kali melanda. “Indonesia dan khususnya Banten belum sepenuhnya pulih dari Pandemi Covid-19, saat ini kita masih merangkak untuk pulih,” tuturnya.
Ia juga menyebut tingginya Upah Minimum Regional (UMR) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di Provinsi Banten, menjadi penyebab invertor dan pabrik pergi ke daerah lain.
“Selain itu, UMR dan UMK saat ini ada pada batas atas. Ini memicu pabrik-pabrik ingin memindahkan lokasi pabriknya ke luar Banten yang upah buruhnya lebih rendah,” tuturnya.
Meski demikan, Provinsi Banten punya karakteristik tersendiri, sebagai perlintasan utama antara Pulau Sumatera dan Jawa. Untuk itu Pemerintah tengah menggodok berbagai program yang dapat meningkatkan daya saing masyarakat.
“Saat ini ekonomi Banten masih aman. Bahkan investasi Banten pun melampaui target,” katanya.
“Kami tengah mengembangkan green industri di Kabupaten Lebak sebesar 300 hektare guna menyerap SDM lokal lebih banyak lagi. Pemerintah juga mendorong pelatihan start up untuk anak anak muda di Banten,” tuturnya. []




