Papiloma intraduktal adalah tumor jinak yang tumbuh pada bagian dalam saluran payudara. Tumor ini terdiri dari jaringan kelenjar, jaringan fibrosa, dan pembuluh darah fibrovaskular.
Umumnya, kondisi yang juga dikenal dengan sebutan polip payudara ini muncul pada puting. Namun, kemunculannya juga dapat ditemui di area lain pada payudara.
Tak seperti kanker payudara, papiloma intraduktal tidak berbahaya. Jenis tumor ini tidak tumbuh, menyebar, maupun merusak fungsi jaringan atau organ di sekitarnya.
Dilansir dari laman Breast Cancer Now, polip payudara paling sering terjadi pada wanita berusia lebih dari 40 tahun. Intraductal papilloma juga bisa terjadi pada pria meski sangat jarang.
Berikut gejala papiloma intraduktal berdasarkan jenisnya.
Papiloma intraduktal soliter
Gejala khas polip payudara ini yaitu munculnya satu benjolan kecil di dekat puting atau tepat pada bagian samping puting. Saat tumor merusak saluran payudara, cairan bening atau darah akan keluar dari puting.
Papiloma multipel
Benjolan yang muncul biasanya lebih dari satu dan tidak mengakibatkan keluarnya cairan atau darah. Jenis tumor ini ada di dalam payudara sehingga tidak mudah terasa ketika diraba.
Meski tidak berbahaya, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter jika menemukan benjolan pada payudara. Dengan begitu, penyebab munculnya benjolan bisa diketahui secara pasti.
Penyebab papiloma intraduktal
Tumor seperti papiloma intraduktal muncul secara alami pada saluran payudara. Berkembangnya tumor ini dipengaruhi oleh pertambahan usia dan perubahan pada payudara.
Selain itu, wanita juga lebih berisiko terkena polip payudara dibandingkan pria. Umumnya, kondisi ini menyerang wanita berusia 33 hingga 55 tahun.
Cara mengobati papiloma intraduktal
Cara mengobati papiloma intraduktal dapat dilakukan lewat tindakan medis dan perawatan rumahan. Berikut beberapa cara yang bisa Anda coba.
Biopsi eksisi dengan pembedahan
Pengobatan polip payudara biasanya melibatkan pembedahan untuk mengangkat jaringan tumor. Dokter mungkin merekomendasikan biopsi eksisi dengan bius lokal atau bius umum.
Jaringan payudara yang diangkat akan dibawa ke laboratorium untuk diteliti lebih lanjut. Tindakan ini bertujuan untuk memastikan adanya kanker atau tidak.
Biasanya, dokter akan menggunakan jahitan yang menyatu dengan kulit. Namun, apabila jahitan yang diberikan tidak bisa menyatu dengan kulit, pelepasan benang jahit akan dilakukan beberapa hari setelah operasi.
Biopsi eksisi dengan vakum
Biopsi eksisi ini dilakukan dengan mengisap jaringan payudara menggunakan vakum. Awalnya, dokter akan menyuntikkan obat bius lokal dan membuat sayatan pada kulit.
Lalu, sebuah probe berongga yang terhubung ke perangkat vakum ditempatkan pada sayatan. Dengan mamogram atau USG sebagai panduan, jaringan payudara diisap memakai vakum.
Jaringan yang sudah diisap kemudian dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mencari tahu penyebab benjolan.
Perawatan rumahan
Perawatan rumahan dilakukan dengan menjaga kebersihan luka bekas operasi. Cara merawat bekas luka tersebut harus sesuai dengan rekomendasi atau perintah dokter.
Selain itu, Anda juga harus menjalani diet yang disarankan dokter. Konsumsi alkohol juga harus dihindari selama masa penyembuhan agar luka cepat pulih.[]
Sumber: hellosehat.com


