PANDEGLANG – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menetapkan aturan baru yang memperbolehkan warga menerima vaksin COVID-19 booster minimal tiga bulan setelah vaksin kedua.
“Jadi 3 bulan sudah bisa melaksanakan booster, terutama teman-teman lansia yang harus kita jaga,” kata Listyo saat meninjau vaksinasi di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Banten, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang. Selasa (22/2/2022).
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo tiba di Alun-alun Pandeglang pada pukul 10.00 WIB menaiki Helikopter. Selanjutnya ia menuju BPSDM Banten di Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang
Turut hadir beberapa ulama yang ikut melaksanakan vaksinasi pada kegiatan ini diantaranya H. Embay Mulya Syarif, KH. Abuya Muhtadi, Ketua MUI Banten KH. Hamdi Ma’ani, Ketua Majelis Mudzakaroh Muhtadi Cidahu M. Abas Ramda, Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Anwar KH. Ariman Anwar, Pimpinan Ponpes Al Mubarok KH. Yusuf Al Mubaro dan Ketua Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama Kota Cilegon KH. Hifdullah. Turut hadir juga Kabinda Banten, Brigjen Pol Hilman.

Dalam kesempatan ini, Kapolri juga memantau pelaksanaan vaksinasi secara virtual pada di 34 provinsi seluruh Indonesia.
Disampaikan Listyo, seluruh stakeholder harus kompak untuk menggelar vaksinasi di masyarakat karena kondisi virus varian baru Omicron maupun Delta masih tinggi di Indonesia.
“Kita ingatkan stakeholder terkait peperangan belum usai varian baru masih tinggi perlu soliditas,” katanya.
Meskipun, menurut Listyo, capaian vaksinasi Indonesia sudah berada di urutan keempat di dunia. Ke depan, dia berharap bahwa Indonesia akan menduduki posisi ketiga bahkan kedua capaian vaksinasi tertinggi dunia.
“Ini sangat berpengaruh terhadap aktivitas dan ekonomi masyarakat. Kita harapkan di kuartel ini berada di 5 persen di tengah negara lain sedang alami stagnasi dan inflasi cukup dalam,” katanya
Listyo menyampaikan, angka peningkatan kasus COVID-19 belum reda dan masih tinggi. Minggu lalu sudah menyentuh angka 64 ribu kasus di atas varian Delta dan saat ini penambahan masih di angka 55 ribu kasus. “Tentu kita harus waspada tapi meski jangan takut,” katanya.
Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho menyampaikan, dalam kegiatan vaksinasi serentak ini Polda Banten telah menyiapkan sebanyak 2.000 dosis vaksinasi.
“Polda Banten telah menyiapkan sebanyak 2.000 dosis vaksin diantaranya 1.000 dosis vaksin kedua dan 1.000 dosis vaksin booster, untuk vaksinator kami terjunkan kelapangan sebanyak 50 vaksinator diantaranya 30 vaksinator dari Dinkes Provinsi Banten, 15 vaksinator dari Polda Banten dan Polres Pandeglang, 5 vaksinator dari TNI,” ucapnya.
Rudi menyampaikan, dalam kegiatan vaksinasi serentak bahwa Polda Banten menyalurkan sebanyak 500 paket sembako yang berisikan beras, minyak, tepung, gula, mie instant dan makanan kaleng kepada masyarakat yang terdampak perekonomiannya akibat pandemi Covid-19.
Kabiddokes Polda Banten Kombes Pol Agung Widodo mengatakan, bahwa pelaksanaan vaksinasi serentak dengan sasaran para ulama, santri, anak-anak usia 6 hingga 12 tahun dan masyarakat sekitar.
“Adapun capaian vaksinasi di daerah hukum Polda Banten untuk dosis pertama sudah mencapai 84.70%, dosis kedua 55,20% dan dosis ketiga atau vaksin booster 2,8%,” jelas Agung. []





