Tiga pos pemadam kebakaran (Damkar) masih berjaga di pabrik korek api gas yang terbakar pada Selasa (02/11). Diperkirakan hanya 20 persen petugas masih melakukan pendinginan dan pemadaman.
Dari ketiga pos tersebut diantaranya Pakuhaji, Sepatan, dan Kosambi. Damkar sulit memadamkan api lantaran masih banyak material yang tertimbun puing-puing bangunan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (BPBD) Kabupaten Tangerang Abdul Munir mengungkapkan sekitar 20 persen untuk melakukan pendinginan secara menyeluruh.
“Untuk saat ini api tinggal 20 persen lagi, sulit nya penanganan kebakaran dikarenakan bahan yang terbakar tertimpah reruntuhan bangunan, sehingga api atau bahan yg tarbakar tidak berhadapan langsung dengan air karna bahan yg terbakarnya dari gas korek api. Meskipun api sudah padam kalau ada reaksi panas maka api akan timbul lagi, dan kita sudah menggunakan tipol juga, serta pasukan masih berupaya agar penanganan cepat selesai,” katanya.
Komandan Pos (Danpos) Kecamatan Sepatan, Husni mengatakan pihaknya terus berjaga dilokasi untuk mengantisipasi api yang kembali menyala. “Semalam saya di lokasi, kebetulan turun hujan. Namun tetap saja ada bara api yang menyala. Ditambah angin kencang, ditinggal ngambil air sebentar api kemudian menyala lagi,” ujarnya.
Dia pun menambahkan jika material yang mudah terbakar berbahan dasar plastik dan kertas karton. “Terlihat produk yang dibuat oleh pabrik ini berada di depan. Selain korek api gas, ada juga gunting dan pulpen yang berada dibelakang gudang. Material yang terbuat dari plastik dan karton yang masih berada dibawah runtuhan bangunan membuat api kembali menyala,” ungkapnya. (neng)





