BerandaBERITANelayan Sorong Hadapi Kendala Cuaca dan BBM, KNMP Perkuat Fasilitas Perikanan

Nelayan Sorong Hadapi Kendala Cuaca dan BBM, KNMP Perkuat Fasilitas Perikanan

SultanTV.co, SORONG – Aktivitas nelayan di Sorong, Papua Barat Daya, masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama kondisi cuaca laut dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM).

Bagi nelayan yang menggunakan perahu berukuran kecil, angin kencang dan gelombang tinggi dapat menjadi faktor penting sebelum memutuskan untuk melaut.

Frans Worabay, nelayan asal Sorong, menggambarkan bahwa aktivitas menangkap ikan sangat bergantung pada kondisi laut.

Ketika cuaca tidak mendukung, nelayan perlu mempertimbangkan aspek keselamatan sekaligus kemampuan perahu yang digunakan.

Selain cuaca, persoalan BBM juga berpengaruh terhadap aktivitas nelayan.

Keterlambatan memperoleh bahan bakar dapat membuat nelayan kehilangan kesempatan melaut karena pasokan belum tentu tersedia kembali pada hari berikutnya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan nelayan tidak hanya berkaitan dengan sarana penangkapan ikan.

Akses terhadap BBM, fasilitas pendaratan, penyimpanan hasil tangkapan, ketersediaan es, hingga akses pasar menjadi bagian dari ekosistem perikanan yang saling berkaitan.

Dalam konteks itu, program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Sorong diarahkan untuk memperkuat berbagai sarana pendukung aktivitas nelayan.

Pemerintah mengembangkan sejumlah titik KNMP dengan fasilitas yang diharapkan dapat menunjang kegiatan perikanan sekaligus meningkatkan produktivitas kawasan pesisir.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga menggandeng Polri dan Pertamina Patra Niaga untuk memperkuat keamanan serta kemudahan akses BBM di kawasan KNMP.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Lotharia Latif menegaskan bahwa pembangunan KNMP tidak sebatas pembangunan infrastruktur fisik.

“Jadi program KNMP ini tidak hanya membangun fisik dan pemberdayaan nelayan semata, namun juga memastikan keamanan dan ketertiban kawasan serta kemudahan akses bahan bakar minyak (BBM) bagi nelayan,” kata Lotharia.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, KKP menyiapkan skema distribusi BBM dengan mempertimbangkan kebutuhan kapal perikanan.

KKP juga mengusulkan titik layanan BBM bagi nelayan, sementara kesiapan distribusi dan pasokan melibatkan Pertamina Patra Niaga.

Di Sorong, salah satu pengembangan KNMP berada di kawasan Rufei.

Kawasan tersebut disiapkan dengan sejumlah fasilitas pendukung, antara lain dermaga, cold storage, pabrik es, SPBUN, area UMKM, serta bengkel.

Pembangunan fasilitas tersebut diharapkan dapat memperbaiki rantai kegiatan perikanan, mulai dari nelayan mendaratkan hasil tangkapan hingga penyimpanan dan aktivitas ekonomi pendukung lainnya.

Pemerintah Kota Sorong sebelumnya menyebut pembangunan KNMP di wilayah tersebut ditujukan untuk mendorong perubahan kawasan pesisir menjadi lebih tertata dan produktif.

Namun, pembangunan fisik tetap perlu dibedakan dari manfaat yang sudah benar-benar dirasakan masyarakat nelayan.

Frans Worabay mengetahui adanya pembangunan KNMP di kawasan Feri, tetapi hingga kini belum merasakan secara langsung manfaat fasilitas tersebut dalam aktivitas melautnya.

Kondisi itu menjadi gambaran bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari keberadaan bangunan, tetapi juga dari fungsi dan aksesibilitasnya bagi nelayan.

Pengembangan KNMP di Sorong mencakup sejumlah kelurahan.

Pemerintah mempercepat pembangunan di sembilan wilayah, yakni Rufei, Doom Barat, Tanjung Kasuari, Remu Selatan, Doom Timur, Raam, Soop, Malawei, dan Saoka.

Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Kepala Suku Besar Maya Papua Barat Daya, Mhatius Samagita.

Menurutnya, KNMP memiliki keterkaitan dengan kehidupan masyarakat pesisir yang selama ini bergantung pada sumber daya laut.

“Masyarakat Suku Maya adalah masyarakat yang kehidupannya sangat bergantung pada laut. Karena itu, kami mendukung penuh hadirnya Kampung Nelayan Merah Putih,” kata Mhatius.

Dengan berbagai fasilitas yang disiapkan, KNMP Sorong diharapkan dapat berkembang sebagai ekosistem perikanan yang tidak hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur.

Operasional fasilitas, kemudahan akses BBM, keselamatan nelayan, penyimpanan hasil tangkapan, akses pasar, serta pengelolaan yang berkelanjutan juga menjadi faktor penting.

Karena itu, manfaat KNMP bagi nelayan Sorong pada akhirnya perlu dilihat dari pemanfaatan fasilitas secara nyata.

Ketika sarana yang dibangun dapat digunakan, mudah diakses, sesuai kebutuhan, dan dikelola secara berkelanjutan, program tersebut berpotensi memberikan dukungan yang lebih langsung terhadap aktivitas ekonomi nelayan dan kawasan pesisir.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular