BerandaBERITAJ7 Explorer Berlogo Kemhan Kembali Viral, Ini Jejak Kapal Haji Isam di...

J7 Explorer Berlogo Kemhan Kembali Viral, Ini Jejak Kapal Haji Isam di Merauke dan Berau

SULTANTV.CO, BERAU – Kapal J7 Explorer kembali menjadi perbincangan setelah foto dan video yang memperlihatkan logo Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI pada bagian lambung kapal beredar luas di media sosial.

Kapal yang dikaitkan dengan pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam, itu memunculkan berbagai pertanyaan publik. Salah satu yang menjadi sorotan ialah alasan penggunaan logo Kemhan pada kapal yang kepemilikannya berada di pihak swasta.

Namun, kemunculan kembali visual J7 Explorer di media sosial pada Agustus 2026 perlu dilihat berdasarkan kronologi aktivitas kapal tersebut. Sebab, dokumentasi dan pemberitaan menunjukkan J7 Explorer telah beroperasi di Merauke sejak 2024 dan kemudian muncul dalam pemberitaan terkait aktivitas di Berau pada 2025.

J7 Explorer Berlogo Kemhan Kembali Jadi Sorotan

Foto J7 Explorer dengan logo Kemhan kembali ramai dibagikan warganet. Visual tersebut kemudian memunculkan perdebatan mengenai fungsi kapal serta penggunaan atribut resmi kementerian pada armada milik swasta.

Nama Haji Isam ikut menjadi sorotan karena kapal tersebut dikaitkan dengan pengusaha tersebut.

Sebelumnya, Inilah.com memberitakan J7 Explorer sebagai kapal yang digunakan sebagai floating office atau kantor terapung untuk mendukung aktivitas operasional Haji Isam di wilayah timur Indonesia.

Karena itu, viralnya kembali foto kapal tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa aktivitasnya baru terjadi. Jejak dokumentasi menunjukkan J7 Explorer sudah menjalankan aktivitas di lapangan sejak beberapa tahun sebelumnya.

Jejak J7 Explorer di Merauke Sejak 2024

Keberadaan J7 Explorer di Merauke tercatat dalam lini masa Proyek Strategis Nasional Merauke yang dipublikasikan Yayasan Pusaka Bentala Rakyat.

Dalam catatan tersebut, J7 Explorer disebut tiba di Pelabuhan Merauke pada 23 Mei 2024. Saat itu, bagian lambung kapal telah terlihat menggunakan nama J7 Explorer dan logo Kemhan RI.

Kapal tersebut juga dilaporkan membawa sejumlah perlengkapan, di antaranya helikopter, kendaraan, awak kapal, penumpang serta personel militer.

Aktivitas armada kemudian dikaitkan dengan kegiatan survei dan persiapan proyek ketahanan pangan serta cetak sawah di kawasan Merauke.

Pada periode berikutnya, keberadaan kapal tercatat di sekitar perairan Kampung Wogikel dan Wanam, Distrik Ilwayab, Merauke, Papua Selatan.

Fakta kronologis ini menunjukkan bahwa keberadaan J7 Explorer berlogo Kemhan bukan fenomena yang baru muncul pada 2026.

Kemhan Beri Penjelasan soal Penggunaan Logo

Kementerian Pertahanan telah memberikan keterangan mengenai penggunaan logo pada J7 Explorer.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan RI, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa kapal tersebut tetap merupakan aset milik pihak swasta.

Menurut penjelasan Kemhan, kapal digunakan untuk mendukung kegiatan pemerintah, terutama mobilisasi kebutuhan program ketahanan pangan di sejumlah wilayah Indonesia.

Wilayah yang disebut dalam keterangan tersebut antara lain Wanam, Papua Selatan, serta sejumlah daerah di Kalimantan dan Sumatera.

Dengan demikian, penggunaan logo Kemhan disebut berkaitan dengan fungsi kapal ketika menjalankan penugasan untuk mendukung kepentingan pemerintah.

Kepemilikan kapal, kata pihak Kemhan, tetap berada pada pihak swasta. Penggunaannya saja yang diarahkan untuk mendukung kegiatan program ketahanan pangan nasional.

J7 Explorer Digunakan sebagai Basis Operasional

Di Merauke, J7 Explorer disebut berfungsi sebagai salah satu sarana pendukung kegiatan lapangan.

Kondisi geografis wilayah proyek yang memiliki keterbatasan fasilitas dan akomodasi darat membuat kapal dapat dimanfaatkan sebagai floating base camp.

Fungsinya antara lain menunjang kebutuhan logistik, koordinasi dan akomodasi sementara bagi personel yang bekerja di lokasi proyek.

Keberadaan kapal juga memberikan kemudahan mobilitas karena dapat ditempatkan lebih dekat dengan kawasan operasional.

Sementara berdasarkan data Vesselfinder, J7 Explorer tercatat sebagai Research/Survey Vessel dengan nomor IMO 9967847.

J7 Explorer Muncul dalam Aktivitas di Berau

Jejak J7 Explorer tidak hanya ditemukan di Merauke. Kapal tersebut juga muncul dalam pemberitaan mengenai aktivitas di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Kaltim Herald melaporkan kunjungan Haji Isam ke kawasan PT Kertas Nusantara di Mangkajang, Berau, pada 26 Juni 2025.

Kunjungan tersebut menjadi perhatian karena pada periode yang sama PT Kertas Nusantara tengah melakukan persiapan untuk mengaktifkan kembali fasilitas industrinya.

Meski demikian, saat berita tersebut dipublikasikan, belum ada penjelasan resmi dari manajemen PT Kertas Nusantara mengenai agenda khusus kunjungan tersebut.

Informasi yang tersedia hanya menunjukkan adanya persiapan reaktivasi perusahaan secara bertahap, termasuk pembenahan mesin dan fasilitas produksi.

Mengenal PT Kertas Nusantara

PT Kertas Nusantara merupakan perusahaan yang bergerak di sektor industri pulp. Perusahaan tersebut sebelumnya dikenal dengan nama PT Kiani Kertas.

Mengacu pada profil resmi perusahaan, fasilitas tersebut merupakan single-line pulp mill yang didirikan sejak 1991.

Kapasitas produksi terpasang disebut mencapai 525.000 Air-Dried Tonne (ADT) per tahun, dengan produk utama ECF (Elemental Chlorine Free) Bleached Acacia Pulp.

Pulp merupakan bahan baku yang berada di sektor hulu industri berbasis kayu. Produk tersebut selanjutnya dapat digunakan oleh industri hilir untuk menghasilkan berbagai produk berbahan kertas.

Karena itu, keberadaan pabrik PT Kertas Nusantara tidak bisa langsung disamakan dengan fasilitas percetakan buku.

Pabrik pulp menghasilkan bahan baku, sedangkan pencetakan buku berada pada tahapan industri yang berbeda.

Belum Ada Bukti Kaitan dengan Pengadaan Buku Sekolah

Pembahasan mengenai reaktivasi PT Kertas Nusantara kemudian berkembang dengan munculnya spekulasi mengenai kemungkinan kaitannya dengan pengadaan buku sekolah.

Pemerintah memang tengah memberikan perhatian terhadap ketersediaan buku dan pembenahan fasilitas pendidikan.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna, Presiden Prabowo Subianto juga pernah meminta agar perpustakaan sekolah diperbaiki dan buku-buku yang berkualitas disediakan bagi para siswa.

Namun, arahan tersebut belum menjadi bukti bahwa PT Kertas Nusantara akan terlibat dalam proyek pencetakan buku sekolah.

Sampai saat ini, belum terdapat dokumen pengadaan, kontrak, pengumuman tender atau pernyataan resmi pemerintah yang secara langsung menghubungkan reaktivasi PT Kertas Nusantara dengan proyek pencetakan buku sekolah nasional.

Karena itu, dugaan tersebut masih sebatas spekulasi publik dan belum dapat disebut sebagai fakta.

Fakta J7 Explorer Perlu Dipisahkan dari Spekulasi

Kembali viralnya J7 Explorer berlogo Kemhan menunjukkan bahwa satu visual lama dapat kembali memicu perhatian publik ketika diunggah ulang di media sosial.

Berdasarkan kronologi yang tersedia, kapal tersebut telah tercatat berada di Merauke sejak Mei 2024. Sementara aktivitasnya di kawasan PT Kertas Nusantara, Berau, muncul dalam pemberitaan pada 2025.

Kemhan juga telah memberikan penjelasan bahwa J7 Explorer merupakan kapal milik swasta yang digunakan untuk mendukung kegiatan pemerintah dalam program ketahanan pangan.

Di sisi lain, belum terdapat bukti yang menunjukkan adanya hubungan antara aktivitas J7 Explorer di Berau, reaktivasi PT Kertas Nusantara dan rencana pencetakan buku sekolah.

Karena itu, pembahasan mengenai J7 Explorer berlogo Kemhan perlu ditempatkan berdasarkan kronologi, dokumen dan keterangan resmi yang tersedia.

Dengan membedakan fakta terverifikasi dari interpretasi publik, informasi mengenai kapal J7 Explorer dapat dipahami secara lebih utuh tanpa menarik kesimpulan yang belum didukung bukti.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular