BerandaBERITAPuluhan Tahun Desa Barugbug Kab Serang Tak Punya Ambulance, Mobil Kades Jadi...

Puluhan Tahun Desa Barugbug Kab Serang Tak Punya Ambulance, Mobil Kades Jadi Sasaran Warga‎

‎SERANG, Sultantv.co – Pemerintah Desa Barugbug, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang hingga kini belum memiliki kendaraan ambulans resmi untuk mendukung layanan kesehatan warga setempat.

‎Kondisi ini berlangsung sejak tahun 2007, memaksa masyarakat mengandalkan kendaraan pribadi Kepala Desa atau menyewa kendaraan warga lain setiap kali ada keadaan darurat, meski risiko nyawa melayang kerap mengintai.

‎Sobah, salah satu warga setempat mengungkapkan, keterbatasan sarana transportasi kesehatan ini sangat memberatkan, apalagi secara geografis desanya terletak di wilayah paling ujung dan paling jauh dari pusat pelayanan.

‎Menurut dia, selama ini, alternatif yang digunakan hanyalah kendaraan milik kepala desa atau menyewa kendaraan dari luar desa.

‎”Kasihan sebenarnya masyarakat itu. Kita kan jaraknya paling jauh, paling pojok, paling ujung, masa tidak ada ambulans sama sekali,” ujar Sobah, ditemui wartawan di lokasi, Selasa, 19 Mei 2026.

‎Sobah menyampaikan bahwa pihak desa sebenarnya telah berupaya mengajukan permohonan pengadaan ambulans ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang. Namun, rencana tersebut terus mengalami kegagalan.

‎Menurut informasi yang beredar di masyarakat, rintangan tersebut diduga kuat berakar dari masalah politik, meski alasan pasti belum diketahui secara jelas.

‎”Pihak desa pernah ada mau dikasih cuma gagal kata Pak Kades. Tidak tahu kenapa ya, masalah politik mungkin,” tambahnya.

‎Kesulitan akses kendaraan darurat ini telah menimbulkan sejumlah peristiwa memilukan. Salah satu contoh nyata terjadi saat ada warga yang hendak melahirkan.

‎Lantaran tidak ada kendaraan yang tersedia, warga terpaksa menghubungi kepala desa yang saat itu berada di Serang untuk segera pulang guna mengantar ibu bersalin ke fasilitas kesehatan.

‎”Sewa mobil juga harus ke jalan raya dulu, misalnya nyewa angkot. Jadi selama ini warga pake mobil pak kades,” katanya.

‎Anisa, warga Desa Barugbug lain yang juga menyesali kondisi tersebut. Ia mengaku sudah puluhan tahun tidak melihat adanya ambulans di desanya, tepatnya sejak ia berusia lima tahun.

‎Bahkan dirinya sempat menyaksikan langsung bagaimana warga yang sakit atau ibu hamil harus berjuang keras mencari kendaraan, padahal kondisinya sudah sangat mendesak.

‎”Kadang saya kasihan kalau ada ibu-ibu yang mau melahirkan. Kondisi perut sudah mules-mules tapi harus keliling dulu ke tetangga cari pinjaman mobil, padahal kondisi sudah darurat. Sampai ada yang melahirkan di jalan, keburu lahiran di rumah juga ada,” tutur Anisa.

‎Situasi paling tragis yang masih membekas di ingatan warga adalah kasus kematian seorang ibu dan bayinya saat dalam perjalanan menuju Puskesmas menggunakan kendaraan kepala desa. Nyawa kedua korban tidak tertolong dan baru diketahui meninggal saat tiba di fasilitas kesehatan.

‎Selain itu, pernah terjadi pula kasus warga yang mengalami luka parah hingga berdarah-darah, terpaksa dibawa menggunakan sepeda motor karena kebingungan tidak ada kendaraan lain.

‎”Yang paling mengerikan, pernah ada warga yang mau lahiran keburu meninggal di jalan, pas bawa mobil Pak Kades. Itu ketahuan pas sudah sampai Puskesmas. Dua-duanya meninggal, ibu sama bayinya,” kenang Anisa dengan sedih.

‎Upaya permohonan bantuan sebenarnya sudah disampaikan berulang kali. Bahkan sempat ada kabar gembira yang disampaikan kepala desa melalui pertemuan warga bahwa ambulans akan segera didapatkan.

‎Namun, kabar baik itu berubah menjadi kekecewaan mendalam ketika diinformasikan kembali bahwa bantuan tersebut batal disalurkan.

‎”Warga udah pada seneng tapi gak lama kemudian pihak desa juga ngasih tahu kalau mobil ambulance nya gak jadi. Ya pada kecewa akhirnya karena ambulance sangat dibutuhkan oleh warga,” katanya.

‎Selain masalah kendaraan kesehatan, akses jalan di Desa Barugbug juga menjadi keluhan tersendiri. Meskipun jalan utama masih bisa dilalui kendaraan, beberapa jalan di ujung pemukiman sudah rusak dan tidak bisa dilalui sepeda motor. Ditambah lagi, ketersediaan penerangan jalan umum (PJU) dinilai masih sangat minim.

‎Oleh karena itu, warga Desa Barugbug menyampaikan tiga harapan utama kepada Pemkab Serang di bawah kepemimpinan Bupati Ratu Rachmatuzakiyah.

‎Prioritas tertinggi adalah pengadaan ambulans, diikuti perbaikan infrastruktur jalan yang rusak, serta penambahan penerangan jalan umum guna menjamin keamanan dan kenyamanan warga.

‎”Harapan kami ke depan, mungkin yang terasa banget itu mobil ambulans, sangat diharapkan banget. Kemudian yang kedua jalan, karena sebagian ada yang belum diperbaiki. Sama penerangan jalan umum,” pungkas Anisa mewakili warga lainnya. (Red/ RG)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular