BANDUNG – Sekretaris Jenderal Koalisi Mahasiswa Demokrasi Indonesia (KMDI), Muhammad Dafa, memberikan apresiasi tinggi terhadap aksi Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, yang turun langsung menemui dan berbuka puasa bersama ratusan pengamen di kawasan Batununggal.
Menurut Muhamad Dafa, langkah Irjen Rudi Setiawan yang menyatakan kesiapan menjadi “Bapak Asuh” bagi para pengamen jalanan bukan sekadar aksi formalitas atau seremoni belaka, melainkan sebuah terobosan nyata dalam merangkul kelompok masyarakat yang selama ini sering terpinggirkan.
“Jujur, kami di KMDI melihat ini sebagai langkah yang sangat berwibawa dalam menunjukkan kepemimpinannya. Polisi itu tugasnya memang menjaga keamanan, tapi cara yang paling efektif adalah dengan merangkul, bukan memukul. Apa yang dilakukan Irjen Rudi Setiawan dengan menjadi Bapak Asuh bagi kawan-kawan pengamen adalah bukti bahwa negara hadir tanpa sekat,” ujar Muhammad Dafa dalam keterangannya, Kumat (27/2).
Lebih lanjut, Sekjend KMDI menilai pendekatan yang diambil jenderal bintang dua tersebut sebagai solusi jangka panjang untuk isu sosial di Jawa Barat. Ia menekankan bahwa masalah kesejahteraan dan ketertiban tidak bisa diselesaikan hanya dengan cara-cara represif.
“Masalah di jalanan itu kompleks. Kalau cuma ditertibkan tanpa diberi solusi, ya mereka bakal balik lagi ke jalan. Tapi dengan komitmen Irjen Rudi Setiawan menjadi Bapak Asuh, beliau memberikan harapan dan pembinaan nyata. Ini yang kita sebut sebagai kepemimpinan yang pakai hati,” tambahnya.
KMDI berharap aksi humanis ini tidak berhenti di Batununggal saja, tetapi menjadi “virus positif” yang menular ke wilayah-wilayah lain di Indonesia sebagai standar baru pelayanan Polri.
“Demokrasi kita butuh figur pemimpin yang inklusif, yang mau duduk sama rendah dengan rakyat kecil. Kami angkat topi untuk Irjen Rudi Setiawan dan jajaran Polda Jabar. Ini adalah standar baru buat pelayanan publik di Indonesia,” tutup Muhammad Dafa.





