Kementerian Kesehatan RI mencatat terdapat 2.700 remaja usia 15-18 tahun di Indonesia yang mengidap dan hidup dengan penyakit HIV, tidak terbatas pada orang dewasa. HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, sehingga tidak memiliki pertahanan cukup untuk melawan penyakit, dan bisa menimbulkan kematian.
HIV atau Human Immunodeficiency Virus menyerang sel kekebalan tubuh, khususnya sel CD4, yaitu sel darah putih yang penting untuk melawan infeksi atau virus yang ada di tubuh. Jika tidak diobati, penderita HIV rentan terkena berbagai infeksi dan penyakit serius, sedangkan mereka dapat hidup sehat bertahun-tahun jika menjalani terapi antiretroviral (ARV) secara teratur.
Jika penyakit HIV tidak diobati, penderita lebih mudah terkena infeksi dan penyakit serius, salah satunya AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome), di mana sistem kekebalan tubuh sudah rusak parah sehingga tidak mampu melawan infeksi atau penyakit tertentu.
HIV menyebar melalui cairan tubuh, penyebab dan faktor risiko HIV dan AIDS, yaitu: berhubungan seksual dengan pasangan yang berbeda dan berganti-ganti tanpa pengaman, menggunakan jarum suntik bersama-sama, melakukan pekerjaan yang melibatkan kontak dengan cairan tubuh manusia tanpa menggunakan alat atau pengaman diri yang cukup.
Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari penularan HIV:
- Menghindari pergaulan bebas dan berhubungan sebelum menikah
- Tidak berganti-ganti pasangan
- Menggunakan pengaman saat berhubungan
- Menghindari narkoba, khususnya dengan injeksi suntik
- Mencari dan mendapatkan informasi yang benar tentang HIV, bagaimana penularannya, pencegahan, dan pengobatan.
Seseorang yang terdiagnosis HIV harus segera menjalani pengobatan berupa terapi antiretroviral (ARV) yang bekerja mencegah virus HIV bertambah banyak jumlahnya, sehingga tidak menyerang sistem kekebalan tubuh dan merusak sel yang berujung pada lemahnya tubuh dalam melawan infeksi atau penyakit tertentu.
[Radika]





