BerandaBERITAMemprihatinkan 240.402 Warga Banten Masih BAB Ngasal

Memprihatinkan 240.402 Warga Banten Masih BAB Ngasal

SERANG – Masih terdapat fenomena yang cukup memprihatinkan di Provinsi Banten. Setidaknya ada 240.402 warga Provinsi Banten yang tidak memiliki jamban Tempat buang air besar.

Fenomena ini menjadikan Ratusan ribu warga Banten masih melakukan praktik buang air besar (BAB) sembarangan atau yang sering disebut dengan istilah “Dolbon” atau modol di kebon.

Praktik ini menjadi perhatian serius karena berdampak negatif pada kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitar.

Dampak negatif dari praktik berak ngasal ini sangat beragam. Pertama, kesehatan masyarakat menjadi terancam karena paparan bakteri dan kuman yang mungkin terdapat dalam tinja manusia.

Penyakit diare, kolera, dan infeksi saluran pernapasan adalah beberapa contoh penyakit yang dapat menyebar dengan cepat akibat praktik ini. Selain itu, praktik buang air besar sembarangan dapat menjadi penyebab stunting.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten, Nawa Said Dimyati mengatakan data yang dituturkan oleh Pj Sekda Provinsi Banten Virgojanti, menggambarkan bahwa kebiasaan buruk di Banten belum ditinggalkan.

Oleh karena itu, ia meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk membuat program pembangunan jamban sebanyak mungkin.

Hal itu, perlu dilakukan agar tidak ada lagi masyarakat yang melakukan praktik buang air besar sembarangan.

“Kalau saya minta kepada Pemprov untuk membuat MCK atau jamban sebanyak-banyaknya di 2024,” katanya, Rabu (11/10).

Sebagai informasi, Posisi pertama diduduki Kabupaten Pandeglang dengan keluarga yang tidak memiliki jamban yang layak mencapai 25,02 persen.

Kemudian disusul Kabupaten Lebak mencapai 19,87 persen, Kabupaten Serang 15,31 persen, Kabupaten Tangerang 12,65 persen.

Selanjutnya, Kota Serang 8,94 persen, Kota Cilegon 7,40 persen, Kota Tangerang 5,13 persen dan Kota Tangerang Selatan 4,44 persen. (Fik)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular