BerandaBERITAAmankah Pengidap Asma Memelihara Hewan di Rumah?

Amankah Pengidap Asma Memelihara Hewan di Rumah?

Anda mungkin mengira asma terjadi akibat alergi bulu hewan. Akan tetapi, hal ini bukanlah satu-satunya hal yang menyebabkan kekambuhan asma pada pengidapnya.

Reaksi alergi yang menjadi pemicu asma dapat timbul saat Anda terpapar protein yang ditemukan pada kulit mati, air liur, urine, atau bulu hewan peliharaan.

Selain itu, bulu hewan juga dapat menjadi sarang tungau, debu, dan jamur. Hewan yang tinggal di dalam kandang juga menghasilkan kotoran yang mengundang jamur dan tungau.

Sistem kekebalan tubuh akan bereaksi bila Anda menyentuh atau menghirup berbagai pemicu alergi tersebut. Kondisi inilah yang membuat gejala asma makin memburuk.

Setelah mengetahui bahwa hewan peliharaan dapat memicu reaksi alergi dan asma, apakah Anda masih boleh punya hewan peliharaan di rumah?

Untuk menjawabnya, pastikan Anda mengetahui apakah reaksi alergi yang menyebabkan asma benar-benar dipicu oleh hewan peliharaan lewat beberapa tips berikut ini.

1. Kenali gejalanya

Beberapa orang dengan alergi hewan akan bereaksi dengan cepat ketika mengalami kontak dengan hewan. Terkadang, gejala dapat muncul dalam beberapa menit atau jam.

Serupa dengan gejala asma, Anda mungkin akan mengalami gejala-gejala seperti gatal-gatal, hidung dan mata berair, batuk, serta bersin saat kontak dengan hewan.

Jika alergi cukup parah, Anda mungkin mengalami reaksi lain, termasuk sesak napas, jantung berdetak cepat, hingga merasa ingin pingsan.

Kondisi yang disebut anafilaksis ini merupakan reaksi alergi parah yang perlu penanganan darurat.

2. Jauhi peliharaan untuk sementara

Sebelum menjawab boleh-tidaknya penderita asma punya hewan peliharaan, cobalah Anda menjauh dulu dari hewan peliharaan untuk sementara waktu.

Jika gejala asma membaik selama berjauhan dengan peliharaan, kemungkinan Anda memiliki alergi hewan yang bisa memperburuk penyakit asma.

Selain itu, penting untuk diketahui bahwa meskipun hewan sudah dipindahkan ke ruangan lain, bahkan ke luar rumah, reaksi alergi mungkin masih bisa muncul.

Pasalnya, pemicu alergi seperti bulu, kulit mati, atau air liur hewan mungkin masih menempel pada karpet, perabot, atau pakaian yang Anda gunakan.

3. Lakukan tes alergi

Cara paling akurat untuk memastikan alergi hewan peliharaan pada penderita asma ialah dengan melakukan tes alergi dengan dokter atau tim medis.

Pemeriksaan ini bisa menjadi cara akurat untuk menentukan apakah penderita asma boleh memiliki hewan peliharaan atau tidak.

Pastikan Anda melakukan tes alergi di klinik, puskesmas, atau rumah sakit yang menyediakan fasilitas ini. Hindari menggunakan alat tes alergi rumahan karena hasilnya belum tentu akurat.

Bagaimana jika Anda memang memiliki alergi hewan?

Jika hasil tes menunjukkan Anda positif memiliki alergi hewan, satu-satunya cara terbaik untuk mencegah kekambuhan asma yakni dengan tidak punya hewan peliharaan.

Hindari kontak secara langsung dengan hewan peliharaan apa pun. Apabila memungkinkan, usahakan untuk tidak mengunjungi rumah yang memiliki hewan peliharaan.

Jika memang harus berkunjung ke rumah tersebut, pastikan Anda mengonsumsi obat alergi terlebih dahulu dan selalu bawa obat untuk pertolongan pertama asma.

Walau Anda sudah memberikan hewan peliharan kepada orang lain karena sering memicu serangan asma, kondisi ini mungkin tidak akan langsung membaik.

Diperlukan waktu hingga enam bulan untuk mengurangi alergen di rumah. Walau hewan peliharaan telah dikeluarkan, Anda atau anak mungkin masih memerlukan obat-obatan asma atau alergi yang digunakan sebelumnya.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular